Sebuah situs berita, Chosun, mengklaim bahwa jurnalisnya memiliki informasi tentang kebenaran serangan spyware yang mengancam data militer Korea Selatan tersebut.
Disebutkan bahwa seorang kolonel menerima e-mail spyware yang memuat sebuah program yang dapat digunakan untuk mengakses file di komputer yang terinfeksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat kabar Korea Selatan juga menyebutkan kasus mata-mata lainnya, yakni tentang seorang wanita Korea Utara yang menyusup ke tubuh tentara Korea Selatan untuk memata-matai informasi penting militer.
Sebuah surat kabar Seoul menyebutkan bahwa Korea Utara melatih cracker untuk menghadapi perang cyber. Fenomena perang cyber memang telah menjadi topik perbincangan yang hangat.
"Negara-negara di dunia saling memata-matai untuk kepentingan politik, komersial dan militer. Mereka akan berusaha mengeksploitasi kekuatan internet untuk meningkatkan peluang kesuksesan," ujar Graham Cluley, seorang konsultan teknologi Sophos, seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Rabu (3/9/2008).
Bagaimana dengan kesiapan Indonesia menghadapi perang cyber? Obrolin di detikINET Forum!
(faw/ash)