Hasil survei mencetuskan, dari 300 admin TI, sebanyak 88 persen diantaranya mengaku kalau mereka mencuri data rahasia perusahaan jika mereka dipecat atau tidak dibutuhkan lagi.
Target informasi yang dicuri, seperti dikutip detikINET dari Vnunet, Jumat (29/8/2008), antara lain password para bos (CEO), database pelanggan, rencana riset dan pengembangan (R&D), laporan keuangan, dan daftar password privilege perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mokady menyarankan agar perusahaan mengamankan data yang paling privilege dan secara rutin menggantinya, sehingga jika kontrak karyawan selesai (entah karena dipecat atau tak diperpanjang lagi), karyawan yang bersangkutan tidak bisa masuk ke jaringan perusahaan ataupun mencuri data.
Lebih dari sepertiga admin TI juga mengaku kalau mereka mengguna password privilege untuk memata-matai perusahaan, mencari tahu tentang gaji, detil personalia, informasi penting perusahaan serta memata-matai aktivitas berinternet karyawan yang lain.
Parahnya lagi, sekitar 35 persen admin TI mengirim informasi penting via e-mail yang tidak dienkripsi dan 4 persen mengirimkan informasi penting itu lewat pos.
Ingin tahu info seru seputar keamanan internet? Gabung di detikINET Forum!
(dwn/ash)