Kelemahan itu memungkinkan pihak yang tidak bertanggungjawab melakukan akses sebagai administrator situs berbasis Joomla. Bukan hanya akses, password yang digunakan administrator pun bisa diubah olehnya.
Parahnya lagi, informasi mengenai cara memanfaatkan kelemahan ini sudah tersebar di internet. Sehingga, teorinya, pihak yang tak bertanggungjawab bisa mudah memanfaatkannya dengan bekal situs pencari informasi dan sedikit kreativitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joomla, yang merupakan aplikasi Open Source, kerap digunakan pada situs pemerintahan dan situs organisasi lainnya karena relatif mudah pengoperasiannya. Namun, situs pemerintahan kerap kurang perawatan, sehingga kelemahan ini menjadi lebih rentan bagi situs 'pelat merah'.
Dari situs Joomla.org disebutkan bahwa untuk mengatasi kelemahan ini pengguna perlu meng-upgrade instalasi Joomla-nya ke versi 1.5.6. Ironisnya, situs Joomla.org pun sempat menjadi korban aksi defacement alias dipermak tampilannya.
Ngobrolin dunia 'bawah tanah' di detikINET Forum yuk!
(wsh/amz)