Hal tersebut diungkap lembaga European Network Information Security Agency (ENISA). Maka jika tak ada langkah serius, ancaman ini bakal makin nyata dampaknya bagi negara negara Eropa.
Peringatan ENISA itu diperkuat vendor keamanan komputer AVG Technologies yang merilis hasil survei 7000 pemakai komputer di Eropa. Dari survei ini ditemukan, 22 persen responden pernah mengalami kejahatan cyber di mana Italia berada di posisi satu diikuti Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, 18 persen komputer di rumah tangga Eropa tak dilindungi anti virus. Sementara 38 persen pemakai komputer merasa bahwa informasi kejahatan cyber amat sedikit. Karenanya, diperlukan usaha nyata untuk menangkal kejahatan internet.
"Ketika batas dunia luruh di ranah online, penting bagi pelaku bisnis maupun rumah tangga untuk tahu bahwa mereka bisa bertransaksi online dengan aman," tutur CEO AVG Tech, JR Smith menanggapi survei itu, seperti dikutip detikINET dari Siliconrepublic, Selasa (10/6/2008)
Ingin tahu seluk beluk keamanan dunia maya? Segera gabung di detikINET Forum! (fyk/faw)