Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Presiden yang Pernah Jadi Target Penyadapan, Prabowo Subianto-SBY

Presiden yang Pernah Jadi Target Penyadapan, Prabowo Subianto-SBY


Tim detikInet - detikInet

Presiden Prabowo Subianto (Laily Rachev - Biro Sekretariat Presiden)
Kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto sedang menggegerkan publik. Foto: Laily Rachev - Biro Sekretariat Presiden
Jakarta -

Kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto sedang menggegerkan publik. Selain presiden ke-8 Republik Indonesia ini, presiden lainnya di dunia juga pernah mengalami kasus serupa.

Sebagai informasi, Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia telah menetapkan tiga orang tersangka dalam dugaan tindak pidana penyadapan secara ilegal dan penghapusan data elektronik serta illegal access. Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin menyampaikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026).

Sebelum Presiden Prabowo, Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga pernah mengalami kasus penyadapan. Pelakunya tetapi orang luar yakni intelijen Australia, dikutip detikINET dari CNBC Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Berikut beberapa pemimpin dunia yang pernah disadap, berdasarkan sumber ABC News mengutip dokumen WikiLeaks.

1. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Hubungan Indonesia-Australia pernah diguncang karena skandal penyadapan terhadap Presiden Indonesia saat itu, SBY. Bukan hanya aktivitas pemerintahannya yang dipantau, komunikasi telepon seluler SBY juga menjadi sasaran intelijen Negeri Kanguru Defence Signals Directorate (DSD).

Penyadapan terhadap SBY terungkap pada November 2013, setelah ABC Australia dan Guardian Australia mempublikasikan dokumen rahasia yang dibocorkan Edward Snowden, kontraktor terdahulu Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA).

Dari dokumen tersebut terungkap, intelijen Australia memantau aktivitas telepon SBY selama 15 hari pada Agustus 2009. Mereka mengumpulkan catatan panggilan untuk mengetahui siapa yang menghubungi dan dihubungi sang presiden.

Australia bahkan berupaya menyadap isi percakapan telepon SBY. Namun, upaya tersebut dilaporkan gagal karena panggilan berlangsung kurang dari satu menit.

Kasusnya kian sensitif karena Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta sejumlah pejabat tinggi pemerintahan juga masuk daftar target.

Sempat terjadi ketegangan diplomayik antara Jakarta-Canberra, akan tetapi hubungan mulai mencair pada Mei 2014 setelah Australia menunjukkan komitmen membahas kode etik hubungan bilateral dan SBY memerintahkan Dubes RI kembali bertugas di Canberra.

2. Jacques Chirac

Presiden Prancis 1995-2007 Jacques Chirac diincar Amerika Serikat untuk dipantau komunikasinya. Namanya masuk dalam dokumen rahasia National Security Agency (NSA) NSA yang dipublikasikan WikiLeaks pada Juni 2015. Dokumen tersebut mengungkap intelijen AS melakukan pengawasan langsung terhadap komunikasi tiga presiden Prancis, termasuk Chirac.

Informasi yang dikumpulkan tidak hanya berkaitan dengan komunikasi pribadi. Intelijen AS juga menyasar informasi mengenai keputusan politik dan diplomatik pemerintahan Prancis.

3. Nicolas Sarkozy

Penerus Jacques Chirac pun jadi target sasaran pengawasan AS. Dokumen rahasia NSA yang dibocorkan WikiLeaks menunjukkan komunikasi Sarkozy dipantau selama masa kepemimpinannya. Salah satu dokumen bertanggal 2008 bahkan secara khusus menyoroti pandangannya mengenai krisis keuangan global.

Dokumen berjudul 'Sarkozy Sees Himself as Only One Who Can Resolve World Financial Crisis' menggambarkan penilaian Sarkozy bahwa kesalahan kebijakan pemerintah AS turut memicu persoalan ekonomi dunia.

4. FranΓ§ois Hollande

Penyadapan yang dilakukan AS terhadap Prancis ternyata dilakukan lagi kepada FranΓ§ois Hollande, yang menggantikan Sarkozy. Dirinya juga masuk dalam daftar target NSA.

Dokumen rahasia yang dipublikasikan WikiLeaks pada Juni 2015 mengungkap bahwa komunikasi Hollande dan sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Prancis turut dipantau.

Salah satu informasi yang diburu berkaitan dengan krisis utang Yunani dan kemungkinan keluarnya negara tersebut dari zona euro.

Dengan terungkapnya skandal ini, Hollande langsung menghubungi Presiden AS Barack Obama untuk meminta penjelasan. Prancis juga memanggil Duta Besar AS.

Obama kemudian memberikan jaminan bahwa praktik penyadapan terhadap para pemimpin Eropa tersebut telah dihentikan.

5. Angela Merkel

Salah satu sekutu terdekat Amerika Serikat di Eropa, tidak luput dari dugaan pengawasan intelijen Washington. Pada Oktober 2013, pemerintah Jerman mengungkap informasi bahwa telepon seluler Kanselir Angela Merkel kemungkinan dipantau badan intelijen Amerika Serikat.

Pemerintah Jerman langsung meminta penjelasan resmi kepada Washington. Merkel juga menghubungi Presiden Barack Obama untuk menyampaikan keberatannya.

Merkel menegaskan jika dugaan tersebut terbukti, penyadapan terhadap komunikasi kepala pemerintahan negara sahabat merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan pelanggaran serius terhadap kepercayaan kedua negara.

Kasus ini menjadi pukulan bagi hubungan AS-Jerman. Sebab, kedua negara selama puluhan tahun dikenal sebagai mitra dekat dalam bidang keamanan, ekonomi, dan politik internasional.



(ask/ask)




Hide Ads