Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Awas! 19 Ekstensi Chrome dan Edge Disusupi Malware, Incar Dompet Kripto

Awas! 19 Ekstensi Chrome dan Edge Disusupi Malware, Incar Dompet Kripto


Anggoro Suryo Jati - detikInet

Google Chrome
Awas! 19 Ekstensi Chrome dan Edge Disusupi Malware, Incar Dompet Kripto Foto: Android Police
Jakarta -

Para pakar keamanan siber baru saja membongkar kampanye peretasan masif yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Aktor kejahatan siber memanfaatkan sistem ekstensi browser Google Chrome dan Microsoft Edge untuk menginfeksi puluhan ribu sistem, dengan target utama menguras isi dompet kripto para korban.

Temuan peneliti dari Socket Inc. mengidentifikasi sedikitnya 19 ekstensi berbahaya yang menyasar pengguna Chrome dan Edge. Para analis meyakini seluruh kampanye ini didalangi oleh satu peretas yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Modus Beli Ekstensi Populer

Strategi yang digunakan peretas tergolong licik. Dari total 19 ekstensi yang ditemukan:

  • 14 ekstensi dikembangkan langsung oleh peretas sejak awal.
  • 5 ekstensi dibeli dari pengembang atau perusahaan resmi yang sudah memiliki basis pengguna.

Pada tahap awal, ekstensi-ekstensi tersebut berjalan normal sesuai fungsi yang diiklankan. Namun dalam enam bulan terakhir, peretas menyuntikkan kode berbahaya (malicious payload) melalui pembaruan perangkat lunak. Setelah mengumpulkan cukup banyak korban, peretas mulai memanen data dan meretas dompet kripto secara jarak jauh menggunakan infrastruktur command-and-control (C2).

Salah satu ekstensi paling populer yang teridentifikasi adalah "Enable Right Click & Copy - Smart Unlock + OCR". Perangkat tambahan ini tercatat telah diinstal pada 70.000 browser Chrome dan 10.000 browser Edge, mengorbankan sedikitnya 80.000 pengguna.

Wajib Dihapus Manual dari Browser

Meskipun Google dan Microsoft telah menghapus seluruh 19 ekstensi tersebut dari toko resmi mereka (Chrome Web Store dan Edge Add-ons), ancaman belum sepenuhnya hilang. Pengguna yang sudah terlanjur mengunduh ekstensi tersebut harus segera menghapusnya secara manual dari browser masing-masing agar perangkat tidak lagi terhubung ke jaringan C2 peretas.

Kasus ini sekaligus memicu keraguan baru terhadap arsitektur keamanan Manifest V3 yang diusung Google. Diperkenalkan sejak 2018 untuk memperketat arsitektur keamanan ekstensi pada browser berbasis Chromium, temuan ini membuktikan bahwa peretas masih sanggup mengeksploitasi celah dan mengelabui sistem keamanan browser modern, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Jumat (4/9/2026).



(asj/afr)




Hide Ads
LIVE