Oleh perusahaan antivirus F-Secure, piranti lunak itu dijuluki HatiHati.A. Piranti yang berjalan pada Symbian Series 6.0 itu diakui tidak dibuat dengan niat jahat, namun kode penyusun untuk versi ujicoba (Beta) 0.95 menimbulkan perilaku mirip virus pada aplikasi tersebut.
Normalnya, aplikasi itu bisa mendeteksi jika ponsel dan kartu SIM tidak cocok. Dalam kejadian itu, aplikasi akan mengirimkan pesan singkat (SMS) setiap 8 detik ke nomor tertentu. Gunanya untuk memberitahu pemilik atas kejadian pencurian dan juga untuk mencegah format ulang pada ponsel.
Namun, pada versi 0.95 Beta, aplikasi itu akan menggandakan dirinya secara otomatis ke dalam kartu memori (MMC). Jika MMC itu kemudian dimasukkan ke ponsel lain, aplikasi akan menganggap telah terjadi pencurian dan mulai mengirimkan SMS. Tentunya ini dapat dengan cepat menguras pulsa 'korban'.
Parahnya lagi, aplikasi ini dipaketkan secara tidak resmi. Paket tidak resmi ini membuat HatiHati.A menyebar cukup cepat ke pengguna ponsel lain.
Ponsel yang bisa terserang HatiHati.A adalah yang menjalankan sistem operasi Symbian S60 2nd Edition. Ponsel terbaru dengan sistem ini adalah Nokia N72. Demikian dikutip detikINET dari F-Secure.com, Senin (10/12/2007). Β (wsh/rou)