Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bahaya! 3 celah Keamanan Baru Intai Pengguna Windows

Bahaya! 3 celah Keamanan Baru Intai Pengguna Windows


Anggoro Suryo - detikInet

Ilustrasi Malware
Bahaya! 3 celah Keamanan Baru Intai Pengguna Windows Foto: Shutterstock
Jakarta -

Pakar keamanan siber baru-baru ini menemukan setidaknya tiga kerentanan (vulnerabilities) baru yang sangat berbahaya. Celah ini berpotensi memungkinkan penyerang mengambil alih hak istimewa sistem (system privileges), bahkan pada komputer Windows yang sudah mendapatkan pembaruan keamanan (patched).

Ketiga celah berbahaya tersebut mencakup eksploitasi chip konfigurasi memori yang dinamai "Download more RAM", celah zero-day bernama "ShieldBreak", serta eksploitasi "plug and pwn" yang mampu menginstal malware secara jarak jauh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Bahaya eksploitasi Download more RAM

Dipresentasikan pada ajang USENIX Security Symposium 2026 di Baltimore, Amerika Serikat, kerentanan pertama ditemukan oleh tim peneliti dari University of Birmingham dan Durham University. Celah ini memungkinkan peretas untuk menembus benteng keamanan Windows 11 tanpa memerlukan akses fisik, yakni dengan mengeksploitasi perlindungan tulis (write protection) yang absen pada chip Serial Presence Detect (SPD) di modul memori konsumen.

Lewat celah ini, siapa pun dapat menulis ulang konfigurasi chip SPD dari jarak jauh untuk mengirimkan informasi palsu ke komputer. Pelaku dapat menipu sistem agar percaya bahwa kapasitas RAM yang terpasang dua kali lipat lebih besar dari aslinya. Data palsu ini kemudian mengelabui memory controller untuk memetakan alamat semu, menciptakan backdoor ke dalam memori untuk merusak mekanisme kontrol akses sistem operasi.

Akibatnya, peretas dapat mengaktifkan kembali driver lama yang rentan, mematikan perangkat lunak anti-malware, hingga membobol sistem keamanan berbasis virtualisasi. Menurut Profesor Tom Chothia dari University of Birmingham, serangan ini hanya membutuhkan eksekusi script jarak jauh. Kerentanan yang dilacak sebagai CVE-2026-23670 ini telah ditambal oleh Microsoft pada pembaruan April 2026, serta diatasi secara mandiri lewat pembaruan software iCue dari Corsair dan aplikasi HWiNFO.

Ancaman ShieldBreak dan plug and pwn

Ancaman berikutnya adalah celah zero-day bernama ShieldBreak (CVE-2026-50656) yang ditemukan oleh pemburu bug bernama Nightmare Eclipse. Ini merupakan kerentanan elevation-of-privilege pada Microsoft Defender yang mampu mengakali patch keamanan RoguePlanet. Celah ini dapat dimanfaatkan penyerang untuk merampas hak akses sistem pada Windows 10, Windows 11, dan Windows Server, dengan syarat Microsoft Defender sedang aktif.

Terakhir, peneliti keamanan Alejandro Hernando dan Borja Martinez membeberkan serangan baru bertajuk "plug and pwn" pada ajang DEF CON 34 di Las Vegas. Serangan ini mengeksploitasi proses identifikasi hardware dan instalasi driver otomatis pada Windows.

Mengerikannya, eksploitasi ini dapat dilakukan tanpa memerlukan hak istimewa admin atau pengguna yang sedang login. Dalam demonstrasinya, para peneliti sukses membuktikan bahwa sistem bisa dibobol untuk menginstal driver berbahaya dari jarak jauh melalui koneksi RDP, tanpa perlu menyambungkan perangkat hardware USB fisik sama sekali ke komputer target, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Rabu (19/8/2026).



(asj/afr)




Hide Ads
LIVE