×
Ad

Meta Akui Algoritma AI Bikin Pengguna Makin Betah di Instagram

Anggoro Suryo - detikInet
Senin, 03 Agu 2026 20:35 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto/Tero Vesalainen
Jakarta -

Isu kecanduan media sosial telah lama menjadi subjek perdebatan publik, namun durasi penggunaan platform seperti TikTok dan Instagram terus meroket.

Baru-baru ini, Meta secara terbuka mengonfirmasi bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mempersonalisasi feed Instagram telah menjadi motor utama di balik lonjakan tajam waktu yang dihabiskan pengguna di platform tersebut.

Dalam earning call laporan pendapatan kuartal kedua (Q2) 2026, Meta mengungkapkan bahwa pembaruan sistem peringkat (ranking) Reels terbaru mereka--yang diklaim sebagai pembaruan terbesar hingga saat ini--berhasil mendorong peningkatan sesi penggunaan Instagram sebesar 15 basis poin.

Selain itu, angka pembagian ulang konten juga meningkat signifikan, menandakan bahwa aplikasi kini jauh lebih pintar dalam menyajikan tontonan yang memang dicari oleh pengguna.

Rekomendasi konten super cepat dan relevan

Chief Financial Officer (CFO) Meta, Susan Li, menjelaskan kepada para investor bahwa algoritma AI ini dirancang secara spesifik untuk melacak jenis video yang ditonton audiens, lalu merekomendasikan konten serupa guna membuat mereka terus terpaku pada layar.

Menurut Li, algoritma baru ini tidak hanya menawarkan tingkat personalisasi yang belum pernah ada sebelumnya, tetapi juga memungkinkan Instagram untuk menonjolkan konten-konten segar.

Model AI terbesar mereka kini mampu mengidentifikasi video Reels berkualitas tinggi tepat saat konten tersebut baru saja diunggah. Hasilnya, lebih dari 50% konten yang direkomendasikan di feed pengguna kini berusia kurang dari satu hari, jumlah yang melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Selama kuartal tersebut, Meta juga mulai mengerahkan keluarga model bahasa besar (LLM) terbaru mereka, "Muse", untuk mengklasifikasikan konten berdasarkan topik dan nuansa (tone) dengan lebih akurat. Saat ini, perusahaan sedang sibuk mengembangkan algoritma rekomendasi generasi berikutnya yang dirancang untuk mengoptimalkan baik konten organik maupun iklan bertarget secara bersamaan.

Gelombang gugatan terkait krisis kesehatan mental

Ironisnya, di saat Meta membanggakan efektivitas algoritma AI mereka dalam menjaga keterlibatan (engagement) pengguna, perusahaan raksasa ini justru tengah dihantam berbagai tuntutan hukum.

Meta dituduh sengaja merancang sistem rekomendasi algoritmiknya untuk memanipulasi dan membuat remaja serta orang dewasa muda kecanduan. Praktik ini dinilai secara langsung merugikan kesehatan mental dan berkontribusi pada peningkatan drastis kasus kecemasan, depresi, hingga isolasi sosial di kalangan pengguna paling setia mereka.

Puncaknya, Meta kini digugat oleh 40 negara bagian di Amerika Serikat atas tuduhan pelanggaran undang-undang perlindungan konsumen dan memicu krisis kesehatan mental remaja dengan mendorong konsumsi durasi layar yang berlebihan.

Gugatan tersebut mengeklaim bahwa demi meraup keuntungan komersial, manajemen Meta nekat mengabaikan peringatan dari studi internal mereka sendiri yang secara jelas menunjukkan bahwa Instagram dapat membahayakan kondisi psikologis para remaja, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (3/8/2026).



Simak Video "Penghargaan Inovasi Birokrasi untuk Media Sosial DPR RI"

(asj/asj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB