Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Chelsea Dihajar Brentford 0-3, 'Era Keganasan Xabi' Jadi Bahan Olokan

Chelsea Dihajar Brentford 0-3, 'Era Keganasan Xabi' Jadi Bahan Olokan


Adi Fida Rahman - detikInet

LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 6: Xabi Alonso manager / head coach of Chelsea during the Premier League 2026/27 match between Arsenal FC and Chelsea FC at Emirates Stadium on September 6, 2026 in London, United Kingdom. (Photo by Marc Atkins/Getty Images)
Chelsea Dihajar Brentford 0-3, 'Era Keganasan Xabi' Jadi Bahan Olokan Foto: Getty Images/Marc Atkins
Jakarta -

Chelsea harus menelan kekalahan telak 0-3 dari Brentford pada lanjutan Premier League 2026/2027. Kekalahan ini membuat awal era Xabi Alonso di Stamford Bridge kembali jadi sorotan.

Bermain di Gtech Community Stadium, Sabtu (19/9/2026) dini hari WIB, Chelsea masih mampu menahan Brentford tanpa gol pada babak pertama. Namun, pertahanan The Blues runtuh selepas jeda.

Jaidon Anthony membuka keunggulan Brentford pada menit ke-61 lewat sundulan dari situasi sepak pojok. Igor Thiago kemudian menggandakan skor pada menit ke-80 setelah menyambar bola muntah hasil penyelamatan Emiliano Martinez.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

FΓ‘bio Carvalho melengkapi kemenangan Brentford pada menit ke-90+4. Hasil ini membuat Brentford naik sementara ke posisi ketiga dengan sembilan poin, sedangkan Chelsea tertahan di posisi ketujuh dengan tujuh poin.

Kekalahan tersebut menjadi laga ketiga beruntun Chelsea tanpa kemenangan di Premier League. Lebih mengkhawatirkan, mereka sudah kebobolan 12 gol dalam lima pertandingan dan belum mencatatkan clean sheet.

Alonso mengakui timnya kehilangan konsistensi dan mentalitas kompetitif pada babak kedua.

"Kami kehilangan konsistensi dan mentalitas kompetitif yang dibutuhkan di babak kedua," ujar Alonso usai pertandingan.

Masalah bola mati kembali menjadi sorotan. Gol pembuka Brentford lahir dari skema sepak pojok yang gagal diantisipasi pertahanan Chelsea.

'Era Keganasan Xabi' Jadi Bahan Sindiran

Hasil ini langsung memancing reaksi warganet di media sosial. Di X, sejumlah fans mempertanyakan keputusan Alonso, termasuk soal pergantian pemain yang terlambat.

Tak sedikit pula yang mengolok-olok istilah 'Era Keganasan Xabi' yang sempat ramai digaungkan ketika pelatih asal Spanyol itu diumumkan sebagai juru taktik baru Chelsea.

Saking banyaknya yang membahas, nama Xabi menghiasi daftar trending topik. Berikut rangkumannya:

"Era keganasan Xabi wkwkwkwkkwkwkwkwkwkkwkwkkwkwkwjkwkwkwkkwkwkwkwkkwkwkwkkwkwkwkwkw," tulis @ArsenalChamp7.

"masih menunggu yg katanya era keganasa xabi," ucap @Nuss______.

"era keganasan xabi ternyata masih tertunda mungkin tahun depan asal jangan dipecat di bulan januari," ucap @luthfiadhiguna.

"Waw era keganasan xabi terbantai cok," tulis @Masmasarsenal.

"3 kata lucu. Era Keganasan Xabi," @dangqiel.

"Overrated coach. Maksa main 3-4-3 padahal komposisi pemain ga mendukung, 1 poin dr 3 laga terakhir, menang sulit 3 kali, itu pun faktor individual pemain. Ga ada perubahan taktik dr skema 3 bek, pdhl yg didapat dr itu cuma Chelsea gampang kebobol & kocar-kacir tiap kena counter," ujar @Perindusubuh1.

"Kalem aja masih masa transisi, ditambah pemain intinya pada cidera jomplang bgt itu squad lapisnya, mana ditengah si hendo yg udah mo pensiun duet ama barco, fofana colwill balik dr cidera masih ngampas kasian si lacroix ama emi wkwk," bela @talnalboyyy.

"Xabi ini trlalu naif kyk gk kenal epl aja. Main trlalu trbuka,unggul posesion,Brentford home,mainin pemain aki-aki Welbeck danHenderson lawan tim yg kencang bgini," kritik @Zl9528047580989.



(afr/afr)






Hide Ads