Indonesia terus menunjukkan ambisi kuat dalam transformasi digital. Saat ini, penerapan Artificial Intelligence (AI) di berbagai perusahaan mulai bergeser dari sekadar tahap uji coba menuju operasional penuh. Namun, masifnya adopsi ini ternyata membawa celah keamanan baru yang kerap luput dari pantauan.
Teknologi AI jarang beroperasi secara terisolasi. Sistem ini mengandalkan berbagai platform cloud, aplikasi bisnis, jalur data, hingga identitas mesin yang tidak selalu terlihat jelas oleh tim keamanan IT sebuah perusahaan.
Steve Goudreault, Cloud Security Evangelist Gigamon, menyoroti bahwa kondisi infrastruktur yang saling silang ini membuat aspek kendali, kepatuhan, dan manajemen risiko menjadi semakin rumit.
"Seiring dengan meningkatnya skala penggunaan AI, perusahaan perlu memiliki visibilitas yang lebih jelas di seluruh lingkungan cloud mereka untuk mempertahankan kendali. Sekadar mengetahui lokasi penyimpanan data tidak cukup; perusahaan juga harus memastikan bahwa data tersebut aman, dapat dipantau, dan dikelola dengan baik," ujar Steve, dalam keterangan yang diterima detikINET, Selasa (7/7/2026).
Lokasi Cloud Bukan Jaminan
Berakhirnya masa transisi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) membuat banyak perusahaan di Indonesia mulai beralih ke model sovereign cloud atau cloud lokal demi menjaga kedaulatan data. Sayangnya, memindahkan data ke cloud lokal tidak serta-merta menggaransi keamanan.
Menurut Steve, lokasi cloud mungkin memberikan ilusi adanya kendali yang kuat. Namun, tanpa visibilitas yang menyeluruh, perusahaan tetap akan kesulitan untuk membuktikan siapa atau entitas mesin apa yang mengakses data sensitif tersebut. Tim keamanan berisiko melewatkan anomali lalu lintas data yang berjalan di luar kewajaran.
"Keputusan terkait cloud kini bukan lagi sekadar persoalan arsitektur teknis. Pilihan cloud berdampak langsung pada kepercayaan regulator, kepercayaan pelanggan, serta kelangsungan operasional perusahaan," tambahnya.
Simak Video "Video: Hati-hati! Ini Tandanya Jika Akun Gmail Sudah Diretas"
(asj/fay)