Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Mau Nonton Piala Dunia Gratis? Hati-hati, Bisa Bikin Uang Ludes

Mau Nonton Piala Dunia Gratis? Hati-hati, Bisa Bikin Uang Ludes


Agus Tri Haryanto - detikInet

Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Group L - England v Croatia - Dallas Stadium, Arlington, Texas, U.S. - June 17, 2026 Englands Jude Bellingham scores their third goal pas Croatias Dominik Livakovic REUTERS/Kai Pfaffenbach
Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach
Jakarta -

Euforia Piala Dunia 2026 ternyata tidak hanya dimanfaatkan oleh penggemar sepak bola, tetapi juga oleh pelaku kejahatan siber. Hati-hati yang mau nonton live streaming Piala Dunia!

Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan sedikitnya 336 domain palsu yang meniru platform resmi terkait ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut. Situs-situs tersebut digunakan untuk menjalankan berbagai modus penipuan, mulai dari layanan streaming pertandingan palsu hingga platform taruhan ilegal yang bertujuan mencuri data pribadi dan uang korban.

Kaspersky mengungkapkan sejak turnamen dimulai pada 11 Juni 2026, para pelaku kejahatan siber semakin agresif memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk menonton pertandingan secara online maupun mengikuti aktivitas taruhan olahraga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Salah satu modus yang paling banyak ditemukan adalah penawaran layanan streaming gratis Piala Dunia. Penipu membuat situs web yang tampak meyakinkan dan mengklaim menyediakan akses gratis untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.

Namun setelah mengklik tombol "Tonton Sekarang", pengguna diarahkan untuk melakukan registrasi dan kemudian diminta membayar biaya tertentu menggunakan mata uang kripto dengan iming-iming akses seumur hidup ke seluruh pertandingan. Alih-alih mendapatkan layanan streaming, korban justru berisiko kehilangan uang dan data pribadi yang telah diberikan saat proses pendaftaran.

Selain streaming palsu, Kaspersky juga menemukan banyak situs taruhan dan prediksi pertandingan palsu yang menargetkan penggemar sepak bola di berbagai negara. Dalam salah satu kasus, situs berbahasa Spanyol meminta pengguna menyerahkan berbagai informasi pribadi seperti nama lengkap, alamat email, nomor telepon, hingga data lainnya dengan alasan pembuatan akun taruhan.

Skema serupa juga ditemukan pada situs berbahasa Portugis yang menampilkan jadwal pertandingan Piala Dunia dan menawarkan layanan taruhan online. Untuk bisa mengikuti taruhan, pengguna diwajibkan menyerahkan data pribadi yang berpotensi disalahgunakan oleh pelaku kejahatan.

Menurut Kaspersky, praktik semacam ini dapat berujung pada pencurian identitas, pembobolan akun, hingga kerugian finansial, terutama jika korban menggunakan kata sandi yang sama pada berbagai layanan digital.

"Sejak awal turnamen dimulai, para pelaku kejahatan siber semakin fokus pada cara penggemar berinteraksi dengan acara tersebut secara online. Aktivitas kriminal terus meningkat, termasuk situs web palsu yang menawarkan layanan streaming dan taruhan dalam berbagai bahasa," kata Senior Web Content Analyst Kaspersky, Olga Altukhova, Sabtu (20/6/2026).

Tidak hanya melalui situs web, pelaku juga memanfaatkan email spam untuk menjebak korban. Dalam temuan Kaspersky, sejumlah pengguna menerima email yang menawarkan layanan analisis pertandingan dan prediksi pemenang dengan klaim tingkat akurasi tinggi.

Email tersebut sengaja dibuat dengan kalimat yang memancing rasa penasaran dan urgensi agar korban segera mengambil tindakan. Pengguna kemudian diminta membayar hingga USD 200 untuk mendapatkan akses ke layanan prediksi tersebut.

Padahal, layanan semacam itu berpotensi hanya menjadi modus penipuan yang menyebabkan korban kehilangan uang tanpa memperoleh manfaat apa pun. Melihat meningkatnya ancaman tersebut, Kaspersky mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat mengakses layanan terkait Piala Dunia 2026.

Pengguna disarankan selalu memeriksa keaslian alamat situs web sebelum memasukkan data pribadi, memastikan URL yang digunakan benar dan berasal dari sumber resmi. Selain itu, masyarakat diminta memilih platform streaming resmi dan terpercaya untuk menghindari pencurian data maupun penipuan finansial.

Kaspersky juga merekomendasikan penggunaan solusi keamanan digital yang mampu mendeteksi tautan phishing dan file berbahaya, serta mengaktifkan autentikasi multi-faktor (MFA) pada akun penting seperti email, media sosial, dan layanan keuangan.




(agt/hps)






Hide Ads