Sistem perlindungan game PC yang selama ini dikenal paling tangguh dan ditakuti, Denuvo, tampaknya telah mencapai batas kemampuannya. Dengan terobosan metode pembobolan baru yang memanfaatkan bypass hypervisor, saat ini praktis tidak ada satu pun game PC berpelindung Denuvo yang aman dari pembajakan.
Sejak pertama kali dirilis pada tahun 2014 untuk melindungi game FIFA 15, Denuvo sukses membangun reputasinya sebagai benteng pertahanan Digital Rights Management (DRM) dan anti-tamper terkuat di industri game PC.
Meski dulunya merupakan hal yang menakutkan bagi para hacker, dominasi perlindungan milik Irdeto ini tampaknya telah resmi berakhir. Kondisi ini bahkan ditegaskan oleh pembajak game (repacker) terkemuka, FitGirl, yang baru-baru ini menyebut sistem anti-pembajakan Denuvo kini jadi tidak berguna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keruntuhan Denuvo ini merupakan hasil kerja keras banyak coder selama bertahun-tahun. Belakangan ini, nama grup peretas DenuvOwO dan cracker independen Voices38 muncul sebagai bintang utama di komunitas pembajak.
Taktik Jitu Mengelabui Sistem
Tembok Denuvo mulai goyah parah ketika para peretas akhirnya menemukan cara untuk melewati (bypass) sistem pengecekan yang tertanam di dalam kode game, ketimbang harus susah payah menghapus perlindungan tersebut secara keseluruhan.
Dengan menggunakan driver hypervisor yang tidak ditandatangani (unsigned), grup DenuvOwO berhasil memaksa banyak game berpelindung Denuvo tunduk. Metode cerdik ini secara efektif menipu Denuvo sehingga sistem pelindung tersebut mengira game sedang dijalankan menggunakan salinan yang sah.
Metode bypass hypervisor ini terbukti menjadi senjata yang mematikan. Berkat DenuvOwO, game-game AAA yang baru saja dirilis seperti Crimson Desert dan Resident Evil Requiem kini sudah beredar bebas secara ilegal di internet.
Di saat bersamaan, peretas Voices38 dilaporkan menjadi satu-satunya pihak yang masih berfokus untuk menghapus kode Denuvo secara bersih hingga ke akar dari game-game baru, seperti Doom: The Dark Ages.
Pembaruan yang Terlambat
Pencipta metode hypervisor ini jelas telah berhasil menusuk titik paling vital dalam desain inti Denuvo. Para pengembang di Irdeto memang telah mengakui bahwa mereka sedang bekerja keras untuk membuat sistem penangkal baru.
Namun, daftar resmi yang dikelola oleh komunitas subreddit CrackWatch menunjukkan fakta pahit bagi para developer. Saat ini, sudah tidak ada lagi sisa game PC berpelindung Denuvo yang belum berhasil diretas atau dilewati sistem keamanannya.
Langkah pembaruan sistem DRM apa pun dari Irdeto saat ini dinilai sudah terlalu terlambat untuk membalikkan keadaan, demikian dikutip detikINET dari berbagai sumber, Rabu (29/4/2026).
Saat ini, memang masih ada sekelompok kecil game Virtual Reality (VR) yang belum dibajak. Namun pengecualian tersebut tampaknya tidak akan bertahan lama, mengingat grup DenuvOwO dilaporkan sedang aktif berburu salinan game-game VR tersebut untuk memberikan kekalahan final dan mutlak bagi Denuvo.
(asj/fay)

