Agar Aman, Piranti Lunak 'Diusir'
- detikInet
Jakarta -
Untuk menghindari ancaman keamanan komputer dibutuhkan manajemen keamanan piranti lunak yang tekun. Kalau kerepotan? Piranti lunak-nya 'diusir' saja.Hal itu yang mengemuka dari pernyataan Chief Technology Officer (CTO) Trend Micro, Raimund Genes, yang diterima detikINET, Jumat (12/10/2007). Menurut Genes, tak ada satu pun teknik yang akan memberikan perlindungan penuh pada keamanan komputer di tingkat bisnis.Namun, Genes menambahkan, ada pendekatan terbaru yang mungkin bisa diadopsi oleh kalangan bisnis. Dalam pendekatan ini piranti lunak boleh dibilang 'diusir' dari lingkungan internal bisnis dan dijalankan oleh pihak luar. Pendekatan yang dikenal dengan nama Software-as-a-Service (SaaS)."Pada model ini, hardware TI (teknologi informasi-red) dan software security yang telah dimiliki, dilokasikan, dioperasikan, dan diatur dari luar oleh vendor security. Jadi di sini perlindungan melawan ancaman-ancaman Web, contohnya, diberikan sebagai bagian sebuah layanan, lengkap dengan layanan tingkat monitoring, manajemen, dan konfigurasi konsumen," tutur Genes.Menurut Genes pendekatan ini akan menarik karena piranti lunak keamanan komputer membutuhkan perawatan yang cukup merepotkan perusahaan. "Dan biaya untuk orang TI berbakat untuk men-setup dan memelihara sistem-sistem ini juga begitu besar. Jadi SaaS ini adalah suatu pilihan yang paling baik untuk perusahaan-perusahaan yang mau mengurangi investasi mereka," ia menjelaskan.Genes mengatakan usaha kecil dan menengah menjadi target potensial SaaS. Selain itu ia melihat potensi pengguna dari kalangan penyedia jasa internet (ISP) dan juga perusahaan besar tertentu.Bagi yang khawatir dengan keamanan data, Genes mengatakan ada pilihan ketiga yang bisa diambil. "Ada pilihan ketiga yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan, apa yang kita sebut sebagai sistem 'hybrid'. Sistem 'hybrid' menyediakan berbagai keuntungan dari SaaS murni, dengan lebih banyak kontrol konsumen dan kepemilikan. Jadi itu tergantung dari solusi semacam apa yang dicari oleh perusahaan," ia menambahkan.
(wsh/ash)