PM Israel Benjamin Netanyahu ketahuan menutupi kamera smartphonenya pakai selotip. Ini dinilai sebagai cara mencegah camfecting. Apakah itu?
Dilansir India Today, Jumat (30/1/2026) dari aneka serangan siber dan spionasi digital, ada yang bentuknya mengendalikan perangkat korban dari jauh alias dilakukan secara remote. Dari sini, ada istilah yang disebut sebagai Camfecting.
Camfecting adalah jenis serangan siber dimana hacker dari jauh mengakses dan mengendalikan kamera pada perangkat. Perangkat ini antara lain webcam di laptop atau kamera ponsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Camfecting tentu saja dilakukan tanpa sepengetahuan korban. Tujuan dari Camfecting adalah memata-matai secara diam-diam. Penyerang bisa mengambil pula foto, video, audio untuk berbagai tujuan jahat seperti mata-mata, blackmail dll.
Serangan camfecting biasanya dilakukan dengan menginfeksi perangkat target dengan malware seperti Trojan yang menyamar sebagai software resmi, lampiran email, aplikasi atau unduhan. Sekalinya di-install, malware itu secara diam-diam mengaktifkan kamera dan bahkan bisa mematikan tanda bahwa kamera sedang aktif.
"Camfecting terjadi ketika penjahat siber mengakses kamera di perangkat tanpa sepengetahuan pengguna. Penjahat siber umumnya memakai malware khususnya Remote Access Trojans (RATs) untuk membajak webcam," kata pakar keamanan siber dari Norton.
Camfecting muncul sebagai ancaman keamanan siber pada 2010-an seiring dengan makin banyaknya laptop yang memiliki webcam built in. Tidak hanya penjahat, aparat hukum pun sebenarnya bisa melakukannya.
Mantan asisten direktur dari Divisi Teknologi Operasional dari biro penyelidik FBI, Marcus Thomas mengonfirmasi hal ini kepada Washington Post. Dia bilang pemerintah AS punya kemampuan membuat laptop seseorang menjadi webcam tanpa sepengetahuan pemilik.
(fay/fyk)

