Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Karyawan Microsoft Jadi Tentara di Akhir Pekan

Karyawan Microsoft Jadi Tentara di Akhir Pekan


- detikInet

Jakarta - Beberapa karyawan dari perusahaan seperti Microsoft, Cisco, dan Adobe ternyata juga terdaftar sebagai tentara cadangan. Mereka bertugas di unit khusus perang cyber. Unit tersebut bernama 262nd Information Warfare Aggressor Squadron dari Air National Guard, yaitu bagian dari Angkatan Udara Amerika Serikat. Tentara cadangan dari perusahaan teknologi informasi terkenal ini memiliki wajib tugas satu kali akhir pekan per bulan dan dua minggu per tahun. Selain itu mereka bisa sewaktu-waktu direkrut untuk periode tugas yang lebih lama. Demikian dikutip detikINET dari Wired, Selasa (7/8/2007), menurut pemberitaan di media milik Angkatan Udara, Air & Space Power Journal. "Kami harus memanfaatkan bakat dan keahlian para National Guard dan anggota tentara cadangan (Reserve) yang memiliki pengalaman dan hubungan langsung dengan industri teknologi tinggi. Kita harus siap mengalahkan musuh dari kombinasi sistem senjata di udara, darat, laut, luar angkasa, dan cyber," ujar Michael W. Wynne, Kepala Angkatan Udara AS. Skuadron 262 dibentuk dari skuadron komunikasi perang pada tahun 2002. Salah satu tugas unit ini adalah melakukan simulasi serangan cyber di internal AU. Anggota skuadron 262, yang banyak berasal dari perusahaan TI ternama, diyakini bisa menjadi titik keunggulan dalam perang cyber. Pasalnya produk-produk perusahaan asal mereka termasuk yang paling banyak digunakan di dunia. Robert Masse, mantan hacker yang mendirikan perusahaan keamanan komputer GoSecure, mengatakan pengetahuan para tentara cadangan tersebut tentang kelemahan sistem akan menjadi keunggulan. "Perang cyber adalah tentang mengetahui kelemahan yang belum diketahui siapapun. Anda perlu ini untuk menyusup. Ia yang mengetahui celah terbanyak akan menang," papar Masse. Microsoft, Cisco, dan Adobe masih tidak mau berkomentar soal apa yang dilakukan karyawannya saat bertugas sebagai tentara. Menurut Mayor Philip Osterli, perwira bidang informasi publik dari unit 262, Agressor Squadron 262 sejauh ini hanya berkutat pada pertahanan. "Kami belum punya kewenangan untuk melakukan serangan pada jaringan komputer," tuturnya. Selain Skuadron 262, pekerja TI juga direkrut ke 177th Information Aggressor Squadron, 67th Network Warfare Wing, dan Air Force Information Warfare Centre. Tahun ini skuadron 262 mendapatkan dana tambahan sebesar US$ 800.000 untuk membangun fasilitas operasi dan pelatihan baru. (wsh/wsh)







Hide Ads