Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Keamanan Online Banking Semakin Buruk?

Keamanan Online Banking Semakin Buruk?


- detikInet

Jakarta - Kemajuan teknologi seharusnya diikuti dengan tingkat keamanan yang lebih tinggi pula. Namun, hal sebaliknya justru terjadi di online banking. Pasalnya, ketika layanan online banking semakin sibuk tingkat keamanan yang menyertai malah dinilai semakin buruk.Hal itu berdasarkan hasil Annual Security Report yang dilakukan oleh NTA Monitor, salah satu perusahaan penguji sekuriti, yang dikutip detikINET dari PC World, Jumat (15/6/2007).Menurut laporan tersebut, NTA menemukan peningkatan lebih dari 20 persen munculnya celah yang rentan serangan pada infrastruktur bank dan instusi finansial lainnya, yang dibandingkan hasil laporan tahun lalu.Penilaian yang diukur dari penelitian tidak hanya dilihat dari satu unsur saja, tetapi mencakup jaringan, aplikasi dan sistem.Sebagai perbandingan, sebulan sebelumnya NTA baru mengungkapkan hasil laporan sekuriti pada organisasi-organisasi di Inggris secara umum untuk tahun 2007. Hasilnya, 32 persen dari organisasi negara ini memiliki celah kritis yang dapat dieksploitasi. Jika dibandingkan tahun lalu presentase celah yang ditemukan menurun hampir dua kali lipat, yang sebelumnya mencapai 61 persen.NTA mengatakan, pihaknya juga menemukan bahwa rata-rata institusi finansial mempunyai lebih dari tiga celah yang mudah terserang pada survei tahun 2007 ini.Masalah yang paling banyak ditemukan NTA adalah pada server DNS dan kadaluarsanya sertifikat SSL, sehingga mempermudah penjahat dunia maya untuk melakukan 'kejahilan'.Roy hills, direktur teknik NTA menganggap, meningkatnya masalah sekuriti sebagai sesuatu yang wajar. Sebab, tekanan organisasi finansial di bisnis online yang semakin bertambah. "Ketika layanan ekstra ini menjadi suatu keuntungan bagi pelanggan, di saat yang sama hal ini juga dapat meningkatkan serangan dari luar," ujarnya. (ash/ash)





Hide Ads