(dwn/dwn)
Symantec Akan Beri Kompensasi untuk Pengguna Norton
- detikInet
Jakarta -
Symantec akan mempertimbangkan untuk memberi kompensasi kepada pengguna Norton Antivirus yang sistem operasi Windows XP-nya 'terbunuh' lantaran kesalahan update."Kami saat ini sedang fokus untuk membantu para klien kami me-restart komputer mereka, dan akan mempertimbangkan hal tersebut (kompensasi-red) jika pekerjaan itu sudah selesai," tutur Vincent Weafer, Senior Director Symantec Security Response Team, ketika ditanyai apakah perusahaan akan memberi kompensasi ke pengguna Norton.Minggu lalu Symantec mengeluarkan update Norton Antivirus untuk versi Cina. Celakanya, update tersebut mengenali dua file penting Windows XP sebagai virus. Karena dikenali sebagai virus, update tersebut menghapus file penting itu (netapi32.dll dan lsasrv.dll) dari komputer. Padahal, file tersebut sangat dibutuhkan oleh Windows XP.Menurut pengakuan dari para pengguna Norton, komputer mereka tiba-tiba menampilkan layar biru (blue screen) dan pesan eror, bahkan tidak bisa lagi digunakan meski sudah di-restart. Symantec lalu mengeluarkan update perbaikan satu jam sesudahnya dan segera menyelesaikan masalah itu kurang lebih 3,5 jam kemudian, kata perusahaan.Jumlah KorbanBerapa pastinya jumlah pengguna Norton yang dirugikan akibat masalah ini? Symantec mengklaim belum bisa mengestimasi jumlah pelanggan tersebut. Menurut Rising Corp Ltd, pembuat software antivirus lokal, lebih dari 7.000 pengguna Norton sudah menghubunginya.Sementara menurut agen berita Xinhua, jutaan komputer di Cina kolaps gara-gara kesalahan update itu. Pengguna juga mengaku tidak bisa me-restart komputer mereka atau menginstal ulang sistem operasinya.Besar Kompensasi?Beberapa klien Symantec, yang umumnya korporat, disinyalir juga sudah meminta kompensasi berkisar 100.000 yuan hingga beberapa juta yuan. Symantec sendiri masih enggan angkat berbicara perihal kompensasi tersebut.Symantec, seperti dikutip detikINET dari Chinadaily, Jumat (25/5/2007), merupakan salah satu pemain utama di pasar antivirus korporat Cina, dengan pangsa pasar sekitar 7 persen pada akhir tahun lalu. Demikian dikatakan Analysys International, konsultan TI yang berbasis di Beijing.Symantec juga mengklaim bahwa kesalahan update tersebut hanya mempengaruhi versi tambalan Simplified Chinese Windows XP dan hanya mendera pengguna Norton di Cina.
(dwn/dwn)
(dwn/dwn)