Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Jumlah Spam dari Cina Menurun, Asia Aman?

Jumlah Spam dari Cina Menurun, Asia Aman?


- detikInet

Beijing - Cina yang notabene sebagai pemegang rekor sumber spam terbesar di Asia, ternyata mampu menurunkan jumlah spam yang berasal dari negaranya.Menurut laporan sebuah perusahaan keamanan teknologi informasi di Amerika Serikat (AS), jumlah spam dan e-mail iklan yang berasal dari Cina diketahui mengalami penurunan drastis.Konsultan keamanan Sophos mengungkap, pada periode antara Januari hingga Maret 2007, jumlah spam yang berasal dari Cina hanya sebesar 7,5 persen dari keseluruhan spam yang ada di dunia. Padahal, pada periode yang sama di tahun lalu, Cina cukup punya andil penyebaran spam di seluruh dunia dengan produksi spam mencapai 21,9 persen."Cina yang menjadi negara kedua penghasil spam setelah AS telah menunjukkan penurunan signifikan selama 4 bulan terakhir ini," ujar Carole Theriault, konsultan keamanan senior di Sophos.Sayangnya, alasan sebenarnya dibalik penurunan produksi spam ini belum dapat diketahui. Namun, seperti dikutip detikINET dari AFP, Kamis (12/4/2007), koneksi Internet di Cina dan negara lain di Asia memang baru saja pulih setelah terkena imbas gempa yang terjadi di Taiwan Desember silam.Bulan lalu, perusahaan antivirus Symantec Corp. menyatakan Cina merupakan sumber spam terbesar dilihat dari sisi volume. Sebanyak 37 persen dari semua spam yang terdeteksi di wilayah Asia Pasifik diketahui berasal dari Cina. Dari sisi jumlah e-mail spam yang dikirimkan, masih menurut Symantec, persentase rata-rata e-mail spam yang dikirimkan dari kawasan Asia-Pasifik mencapai 69 persen. Sementara 70 persen spam yang beredar di seluruh dunia ternyata berasal dari Asia.Jika Cina berhasil menurunkan produksi spam yang beredar baik di kawasan Asia Pasifik maupun di seluruh dunia, bukan tak mungkin nama baik Asia kembali pulih dan tentunya spam dalam inbox e-mail pun berkurang. (lni/dwn)





Hide Ads