Virus Tunggangi Video Mesum Anggota DPR
- detikInet
Jakarta -
Virus komputer terbaru memanfaatkan popularitas rekaman video mesum anggota DPR dalam aksinya. Perusahaan antivirus PT Vaksincom mengatakan, virus ini diduga datang dari Yogyakarta. Antivirus Norman Virus Control mengidentifikasi virus ini sebagai W32/Gedug.A.Virus berukuran 35 KB ini, bersembunyi di balik file "Anggota_DPR_mesum.exe" dan "Lokal_Punya_Selera.exe"."Jadi, bagi Anda yang belum pernah mendapatkan file tersebut dan 'tiba-tiba' di UFD (USB Flash Disk) atau harddisk Anda muncul file dengan nama menggiurkan tersebut, percayalah bahwa file tersebut adalah virus W32/Gedug.A," papar Alfons Tanujaya, spesialis antivirus dari PT Vaksincom.Alfons menjelaskan, salah satu ciri virus ini adalah semua file yang dikompresi menggunakan WINZIP/WinRAR akan disembunyikan dan akan muncul file "Anggota_DPR_mesum.exe" dan "Lokal_Punya_Selera.exe". dengan ukuran 35 KB.Virus ini aktif pada mode Normal, Safe mode dan Safe Mode with Command Prompt. Ciri lain dari virus ini adalah munculnya program permainan seperti Solitaire, Free Cell atau spider.exe, saat menjalankan program regedit/msconfig/taskmanager ataupun notepad.Untuk mempertahankan dirinya W32/Gedug.A akan mencoba untuk memblok beberapa fungsi Windows. "Jika komputer sudah terinfeksi W32/Gedug.A Anda akan kesulitan untuk menampilkan file-file yang telah disembunyikan, sekalipun jika Anda berusaha untuk menampilkan ekstensi file," papar Alfons.Alfons menjelaskan, W32/Gedug.A juga akan memblok beberapa software security seperti HijackThis, Killbox, Iknown Process atau proceexp, serta akan mencoba memblok program antivirus Norman dengan memunculkan pesan error jika program tersebut dijalankan.Menurut Alfons sudah ada seribuan komputer yang terinfeksi virus ini. Rekayasa sosial yang dipilihnya tepat, yaitu memanfaatkan popularitas rekaman video mesum yang banyak dicari orang. Penyebarannya pun memanfaatkan media penyimpan sekunder seperti USB Flash disk dan disket, yang memang masih banyak digunakan di Indonesia. Dengan kondisi seperti itu, tak heran jika penyebaran virus ini meluas.
(nks/nks)