AS Peringatkan Kemungkinan Serangan Cyber Al Qaeda
- detikInet
New York -
Jaringan Al Qaeda dikabarkan akan melancarkan serangan cyber ke berbagai layanan online milik institusi keuangan Amerika Serikat (AS).Reuters yang dikutip detikINET, Jumat (1/12/2006) melansir, pemerintah AS memperingatkan institusi-institusi keuangan swasta untuk mewaspadai ancaman tersebut. Pada hari Kamis (30/11/2006) seorang sumber mengatakan bahwa kelompok Al Qaeda akan menyerang layanan perdagangan saham online dan situs-situs bank AS, mulai hari Jumat.Sumber tersebut mengatakan, kelompok militan berniat menyusupi dan merusak basis data di situs-situs tersebut.Departemen Pertahanan AS mengkonfirmasikan bahwa peringatan memang telah disebar. Namun pihak departemen juga mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mempercayai kredibilitas ancaman tersebut.Peringatan yang dikeluarkan pemerintah AS berisi informasi bahwa ancaman serangan akan dimulai hari Jumat dan berlanjut sampai bulan Desember. Ancaman serangan tersebut merupakan aksi balas dendam bagi AS, karena telah menahan orang-orang yang diduga terlibat terorisme di pangkalan angkata laut di Guantanamo, Kuba."Kemungkinan serangannya berupa Denial of Service," kata petugas di Departemen Pertahanan yang menolak disebut namanya.Sumber mengatakan, ancaman datang dari sebuah kelompok yang menyebut dirinya "ANHIAR al-Dollar". Gerakan ini terkait dengan Al Qaeda dan keinginan balas dendam terhadap kaum Muslim di kamp tahanan Guantanamo.Menanggapi hal tersebut industri keuangan AS mengambil sikap waspada, meski meragukan kebenaran dan keberhasilan serangan tersebut.Peter King, wakil rakyat dari partai Republik di New York mengatakan, peringatan tersebut tidak perlu membuat panik, tapi tetap harus berhati-hati. Robert Albertson, chief investment strategist dari Sandler O'Neill & Partners meragukan anggota Al Qaeda dapat melancarkan serangan serius ke situs-situs milik institusi keuangan.
(nks/nks)