Awas Penipuan Terbaru di WhatsApp Bisa Kuras Duit di Rekening

Awas Penipuan Terbaru di WhatsApp Bisa Kuras Duit di Rekening

ADVERTISEMENT

Awas Penipuan Terbaru di WhatsApp Bisa Kuras Duit di Rekening

Adi Fida Rahman - detikInet
Rabu, 25 Jan 2023 09:45 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Awas Penipuan Terbaru di WhatsApp Bisa Kuras Duit di Rekening. Foto: Photo by Rachit Tank on Unsplash
Jakarta -

WhatsApp kembali dijadikan alat untuk menipu orang. Kali modusnya pesan yang mengimingi-imingi orang dapat uang dengan cuma nge-like video YouTube ternyata malah menguras duit di rekening.

Tak dipungkiri krisis ekonomi global dan dampak pandemi COVID-19 membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Ironisnya kondisi ini dimanfaatkan scammer untuk mencari korban.

Dalam beberapa bulan terakhir, laman Gizchina mendapat aksi penipuan lewat WhatsApp yang menawarkan uang dengan hanya beberapa klik saja. Kejadian tersebut ditemukan di Brasil, India dan beberapa negara lain.

Para penipu menjanjikan penghasilan tambahan hanya dengan menyukai beberapa video YouTube. Penipu menghubungi orang-orang melalui WhatsApp dan mengatakan bahwa mereka adalah perwakilan dari perusahaan pemasaran global.

Mereka meyakinkan pengguna bahwa mereka bisa mendapatkan sekitar USD 0,50 (sekitar Rp 7.500) per like. Angka yang tidak banyak memang, tetapi para scammer menjanjikan hingga USD 60 (skeitar Rp 895.00) per hari jika bisa melakukan 5.000 like.

Bisa dibayangkan bila menyukai 5.000 video setiap hari selama tujuh hari dalam seminggu, kamu akan mendapatkan sekitar USD 420 (Rp 6,3 juta) per minggu. Menarik bukan?

Masalahnya ini adalah penipuan yang mencoba mencuri data bahkan uang pengguna. Setelah penipu mendekati pengguna WhatsApp, mereka akan meminta informasi pribadi untuk melanjutkan pembayaran.

Setelah mengumpulkan data, mereka akan mengatakan sedang menghadapi masalah teknis. Kadang-kadang, mereka bahkan dapat mentransfer sejumlah kecil agar terdengar kredibel.

Setelah itu, mereka akan meminta pengguna memasang aplikasi untuk mentransfer pembayaran. Masalahnya adalah aplikasi ini biasanya adalah trojan atau malware.

Mereka akan meminta pengguna untuk mentransfer USD1 untuk verifikasi. Mereka kemudian akan mendapatkan akses ke semua data Anda.

Dengan beberapa langkah, Anda akan memberi scammer akses ke detail rekening bank, kartu kredit, email, dan lainnya. Begitu mereka mendapatkan akses ke data Anda, tidak banyak yang dapat Anda lakukan selain memblokir semuanya.

Jika Anda pernah mendapatkan pesan yang menawarkan pekerjaan semacam ini, ketahuilah bahwa itu bisa jadi merupakan penipuan. Setelah kerusakan selesai, scammer akan menghapus akun WhatsApp dan melarikan diri untuk mencari korban lain.

Di Brazil, ada beberapa penipu yang menggunakan WhatsApp dan Telegram untuk mencuri data pengguna. Mereka mengatakan mereka bekerja di Amazon dan akan menunjukkan serangkaian tangkapan layar pembayaran untuk meyakinkan para korban. Biasanya tujuannya sama, yakni mencuri data dan mendapatkan akses ke informasi pribadi korban.

Pastikan untuk melaporkan akun WhatsApp tersebut, bila perlu memblokirnya. Selain itu, baiknya hindari menampilkan nomor telepon di situs web publik atau media sosial.

Terkadang, penipu akan mengakses grup tertentu hanya untuk mencari korban. Jadi, tidak mudah untuk menghindarinya. Hal terbaik untuk dilakukan adalah menghindari semua imingi-iming mendapatkan uang banyak dengan mudah.



Simak Video "WhatsApp Dikabarkan Uji Coba Fitur Kirim Foto Resolusi Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT