Awas! Malware The Last of Us Mengintai Pengguna PC

Awas! Malware The Last of Us Mengintai Pengguna PC

ADVERTISEMENT

Awas! Malware The Last of Us Mengintai Pengguna PC

Anggoro Suryo - detikInet
Senin, 16 Jan 2023 07:15 WIB
Ilustrasi serangan malware.
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Serial TV The Last of Us mulai hadir di HBO pada 15 Januari 2023 dan hal ini dimanfaatkan dedemit maya untuk menyebarkan malware baru.

The Last of Us dibuat berdasarkan seri game yang saat ini hanya ada di PlayStation. Namun mungkin tak banyak penonton serialnya yang tak mengetahui hal tersebut.

Hal inilah yang dimanfaatkan penjahat untuk menyebarkan malware lewat file yang dijanjikan berisi game The Last of Us Part II untuk PC. Padahal, game tersebut baru dijadwalkan hadir di PC pada Maret 2023, itu pun bagian pertamanya, bukan bagian kedua.

Pengguna yang tidak mengetahui bahwa versi game ini belum tersedia untuk komputer akan mengunduh file berbahaya alih-alih game sebenarnya. File berbahaya ini dapat bersembunyi di komputer tanpa terdeteksi selama bertahun-tahun - Anda tidak akan menyadari terdapat sesuatu berbahaya karena mungkin tidak menyebabkan kerusakan yang terlihat, file ini hanya akan meluncurkan tugasnya secara diam-diam.

Pakar Kaspersky juga menemukan situs phishing yang menawarkan kode aktivasi untuk "The Last of Us". Untuk mengunduh file dengan kode, pengguna diminta untuk memilih salah satu "hadiah" yang akan mereka terima bersama dengan game tersebut: misalnya, untuk mendapatkan Gift Card PlayStation 5 atau Roblox USD 100 terbaru.

Namun, setelah itu pengguna disuruh memasukkan kredensial dan data rekening bank untuk membayar biaya komisi. Faktanya, dengan memberikan data kepada penjahat dunia maya, uang pengguna akan dicuri tanpa tersisa, sementara data pribadi mereka nantinya akan digunakan dalam skema penipuan lainnya.

"The Last of Us akan menjadi booming nyata di awal tahun 2023, mengingat sudah berapa tahun jutaan penggemar telah menunggu serial tersebut. Anehnya, sekarang alih-alih menawarkan pra-akses ke serial tersebut, penjahat dunia maya telah memilih jalur yang berbeda dan mendistribusikan file berbahaya dengan kedok permainan," tulis Olga Svistunova, pakar keamanan Kaspersky, dalam keterangan yang diterima detikINET.

"Hal ini menunjukkan bahwa gamer, terutama pemula yang belum cukup tahu mengenai keamanan siber saat bermain, termasuk di antara audiens target utama penjahat dunia maya, dan mereka akan menemukan lebih banyak cara untuk mengeksploitasinya. Waspada dan periksa apakah game yang Anda tunggu-tunggu tersedia di platform yang ditawarkan, unduh game hanya dari toko aplikasi resmi dan jangan lupa untuk menggunakan solusi keamanan tepercaya," tambahnya.

Tips menghindari aplikasi berbahaya:

  • Hindari tautan yang menjanjikan penayangan awal film atau serial TV.
  • Periksa keaslian situs web sebelum memasukkan data pribadi dan hanya gunakan halaman web resmi tepercaya untuk menonton atau mengunduh film. Periksa ulang format URL dan ejaan nama perusahaan.
  • Perhatikan ekstensi file yang Anda unduh. File video tidak akan pernah memiliki ekstensi .exe atau .msi.
  • Gunakan solusi keamanan yang andal, seperti Kaspersky Security Cloud, yang mengidentifikasi lampiran berbahaya dan memblokir situs phishing.


Simak Video "Langkah Pemerintah Usai 'The Last of Us' Tak Dapat Izin Syuting di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT