Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tak Pandang Bulu
Kartu Kredit Deputi Gubernur BI pun Dikloning
Tak Pandang Bulu

Kartu Kredit Deputi Gubernur BI pun Dikloning


- detikInet

Jakarta - Kejahatan memang tak pandang bulu, kartu kredit siapa saja pasti digasak termasuk milik orang nomor dua di Bank Indonesia, Maulana Ibrahim. Meski terasa getir, Maulana terpaksa merelakan kartunya dipakai orang lain berbelanja."Saya juga pernah kartu saya dikloning, dan merasakan betapa pahitnya kita tidak membelanjakan, tapi tahu-tahu ada tagihan," cetus Maulana yang membidangi sistem pembayaran, pengedaran uang dan urusan syariah ini.Hal itu disampaikan Maulana saat menjadi pembicara dalam acara prospek bisnis dan keuangan Islam di Auditorium Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (3/8/2006).Oleh karena itu, lanjut Maulana, keamanan pemilik kartu sebagai alat pembayaran harus ditingkatkan. BI pun sudah mengeluarkan aturan PBI No 7/52/2005 tentang alat pembayaran menggunakan kartu. Dalam PBI itu, BI mewajibkan penerbit alat bayar dengan kartu baik bank maupun non bank seperti kartu kredit, ATM ataupun kartu debit harus menggunakan teknologi chip pada kartunya mulai September ini. Dan untuk mengubah kartu yang sudah ada dari teknologi magnetic tape ke chip dilakukan hingga tahun 2008. Dengan teknologi chip, lanjut Maulana, maka fraud atau kecurangan yang terjadi pada alat bayar kartu dapat diminimalisir. "Dengan chip itu jelas menyulitkan, dibandingkan magnetic tape karena untuk menggandakan magnetic tape cuma perlu waktu satu detik. Tapi kalau chip sulit karena teknologi tinggi," jelasnya.Indonesia perlu segera mengadopsi teknologi chip ini karena hampir seluruh negara di dunia sudah menggunakannya mengingat tingkat keamanannya yang lebih baik."Semua negara sudah menerapkan itu karena magnetic tape itu sumber fraud. Sekarang kita ini belum, berarti kita memiliki risiko di mana negara kita akan menjadi target terjadinya fraud," tandasnya. (nks) (ketepi/)







Hide Ads