Canggih, iMessage Bisa Deteksi Penyusup di Percakapan

Canggih, iMessage Bisa Deteksi Penyusup di Percakapan

ADVERTISEMENT

Canggih, iMessage Bisa Deteksi Penyusup di Percakapan

Anggoro Suryo - detikInet
Jumat, 09 Des 2022 19:42 WIB
Apple iMessage
Foto: Dok. Apple
Jakarta -

Setelah iOS berulang kali jadi korban spyware semacam Pegasus, Apple menambahkan sebuah fitur baru di iMessage yang bisa mendeteksi adanya penyusup yang memata-matai percakapan.

Fitur ini adalah bagian dari inisiatif keamanan baru untuk iOS dan iCloud. Cara kerjanya adalah iMessage akan memverifikasi orang yang sedang diajak berbicara di dalam layanan tersebut. Hal lain dalam inisiatif itu adalah opsi untuk mengenkripsi iCloud Bakcups.

Nama resmi fiturnya adalah iMessage Contact Key Verification, yang menurut Apple cocok dipakai oleh orang dengan profesi tertentu yang rawan terhadap ancaman digital, misalnya jurnalis, aktivits, dan politisi, untuk memastikan agar percakapan mereka tidak dimata-matai.

Dalam keterangan persnya, Apple menyebut fitur ini baru bisa dipakai jika kedua pihak yang sedang berkomunikasi mengaktifkan fiturnya. Saat sudah diaktifkan, jika ada pihak luar yang sukses menyusup ke dalam ponsel korban maka akan muncul notifikasi.

"(Notifikasi akan muncul) jika ada pihak yang sangat hebat, seperti penyusup yang disponsori pemerintah, bisa sukses menjebol server cloud dan menyusupkan perangkatnya untuk menguping percakapan terenkripsi ini," tulis Apple dalam pernyataannya seperti dilihat Jumat (9/12/2022).

Fitur ini juga bisa dipakai untuk mengamankan panggilan telepon, dengan membandingkan 'kunci kontak', untuk memastikan kalau orang yang ditelepon itu benar-benar orang yang dituju, bukan orang lain yang sedang memata-matai.

Sebenarnya, cara kerja fitur ini tak baru-baru amat, karena berbagai layanan lain sudah memakai taktik yang sama untuk mengamankan jalur komunikasinya. Misalnya memastikan software yang diunduh benar-benar asli, atau fitur PGP encryption untuk email, yang sudah ada sejak tahun 1991.

Tenang, dengan cara kerja yang rumit seperti ini, fiturnya mungkin hanya cocok untuk orang-orang tertentu. Apple sebelumnya pernah mengakui kalau iMessage pernah menjadi target hacker negara tertentu untuk disadap percakapannya.

Di Indonesia, salah satu pejabat tinggi yang ponselnya pernah menjadi target spyware adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, yang mendapat notifikasi dari Apple karena ponselnya pernah dieksploitasi menggunakan ForcedEntry bikinan NSO Group.



Simak Video "Sederet Fitur Baru di iOS 16.3"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT