Kisah Hacker Inggris yang Bikin Mati Internet Satu Negara

Kisah Hacker Inggris yang Bikin Mati Internet Satu Negara

ADVERTISEMENT

Kisah Hacker Inggris yang Bikin Mati Internet Satu Negara

Anggoro Suryo - detikInet
Jumat, 28 Okt 2022 05:45 WIB
Spyware
Foto: dok ITPro
Jakarta -

Seorang hacker Inggris bernama Daniel Kaye diputus bersalah oleh Pengadilan Federal AS karena menjalankan marketplace The Real Deal di dark web. Kaye adalah hacker tenar yang pernah membuat koneksi internet di Liberia mati total selama beberapa hari.

Kaye dijatuhi hukuman karena menjalankan The Real Deal, yang menjual berbagai data curian seperti rekening bank serta akun password untuk media sosial, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (28/10/2022).

"Semoga dakwaan ini bisa menjadi pesan dari FBI dan rekan sangat memprioritaskan investigasi dan hukuman untuk hacker yang menyusup ke infrastruktur kami dan mengancam data pribadi warga kami," kata Keri Farley, agen khusus dari FBI Atlanta.

Ia didakwa mencuri data login untuk beberapa komputer milik badan pemerintahan AS seperti NASA, CDC, US Postal Service, dan lainnya. Ia pun dikenakan pasal pencucian uang lewat mata uang kripto yang ia terima lewat penjualan produk di The Real Deal.

Kaye sendiri sebenarnya sempat menghilang pada Agustus 2016 setelah mengoperasikan The Real Deal selama hampir setahun. Tepatnya setelah sejumlah admin situs tersebut juga ditangkap.

Sebelumnya Kaye pun pernah diputus bersalah oleh pengadilan di London, Inggris pada 2019 karena terbukti menyerang sebuah perusahaan telekomunikasi di Liberia bernama Lonestar pada Oktober 2015.

Saking besarnya serangan siber tersebut, jaringan internet Liberia sampai mati total selama beberapa hari. Ia kemudian mengaku bersalah karena membuat dan menggunakan botnet untuk melakukan serangan tersebut.

Serangan tersebut dilakukannya saat tinggal di Siprus dengan menggunakan botnet untuk melakukan distributed denial of service (DDoS). Akibat serangan tersebut, Lonestar harus mengeluarkan sekitar USD 600 ribu untuk melakukan perbaikan jaringan.

Kerugiannya diperkirakan mencapai belasan juta dolar karena kemudian Lonestar banyak ditinggal oleh pelanggannya.

Kaye disebut disewa jasanya oleh seorang pejabat senior di perusahaan telekomunikasi rival yang bernama Cellcomm. Atas kejahatannya itu, Kaye dihukum penjara selama lebih dari dari dua tahun.

Atas kelakuannya itu, Kaye kemudian ditangkap pada Februari 2017 dan diekstradisi ke Jerman, di mana ia mengaku menyerang Deutsche Telekom pada November 2016 yang berdampak pada sejuta pelanggan operator tersebut.

"Daniel Kaye beroperasi sebagai hacker sewaan dengan kemampuan yang sangat tinggi," kata Mike Hulett, Head of Operation di National Cyber Crime Unit milik pemerintah Inggris.



Simak Video "5 Hacker Berbahaya di Dunia, Siapa Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT