Belasan Situs Bandara AS Diserang Hacker Rusia

Belasan Situs Bandara AS Diserang Hacker Rusia

ADVERTISEMENT

Belasan Situs Bandara AS Diserang Hacker Rusia

Anggoro Suryo - detikInet
Selasa, 11 Okt 2022 12:12 WIB
FILE - In this Nov. 1, 2013 file photo airplanes sit on the tarmac at Los Angeles International Airport. A Philippine Airlines jet with flames spurting from one engine has returned safely to Los Angeles International Airport shortly after takeoff. Ian Gregor of the Federal Aviation Administration says Flight 113, a Boeing 777 bound for Manila, reported a problem with the right engine after takeoff Thursday, Nov. 21, 2019. It turned around and landed safely at about noon. (AP Photo/Gregory Bull,File)
Ilustrasi Bandara Internasional Los Angeles (Foto: AP Photo/Gregory Bull)
Jakarta -

Lebih dari selusin situs bandara publik di Amerika Serikat diserang oleh hacker berbahasa Rusia, termasuk sejumlah bandara terbesar di Amerika Serikat seperti Hartsfield-Jackson International Airport, di Atlanta.

Untungnya, serangan ini tampaknya hanya berdampak pada "wajah" situs bandara tersebut, namun tidak berdampak pada keseluruhan layanan bandara. Pihak berwajib AS sendiri mengaku kalau insiden ini hanya berdampak pada kenyamanan orang yang mau mencari informasi dari situs tersebut.

"Tentu saja kami memantau hal tersebut, namun tidak ada kekhawatiran adanya operasional yang terganggu," jelas Kiersten Todt, Chief of Staff dari US Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA).

Total ada 14 situs bandara yang terdampak, termasuk bandara internasional di Atlanta dan Los Angeles. Khusus situs Los Angeles International Airport, situsnya itu hanya down selama beberapa jam.

Kelompok pelaku peretasan ini sering dikenal dengan nama Killnet, yang membeberkan sejumlah bandara di AS menjadi targetnya. Sebelumnya Killnet ini lebih sering menyerang organisasi di negara anggota NATO, tepatnya setelah Rusia menginvasi Ukraina Februari lalu.

Killnet ini sering disebut sebagai hacktivist, karena melakukan aksinya dengan motif politik. Sejauh ini serangan mereka terlihat mendukung pemerintahan Rusia, namun tak diketahui apakah kelompok hacker ini dibekingi oleh pemerintahan tersebut.

Sebelumnya Killnet juga mengaku menghajar sejumlah situs badan pemerintahan AS. Mereka pun pernah dituding membuat situs US Congress down pada Juli, juga dianggap bertanggung jawab terhadap serangan siber atas organisasi di Lithuania, setelah negara tersebut menyetop pengiriman barang ke Rusia.

Serangan yang dipakai Killnet untuk menjebol situs bandara tersebut adalah distributed denial of services (DDoS), yaitu membanjiri situs target dengan trafik yang luar biasa besar agar tak bisa diakses oleh orang lain.



Simak Video "Ini Dia Sosok Hacker Wanita yang Bikin Marah Amerika"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT