Menkominfo Tangkis Bjorka: Pencopotan Kewenangan Presiden

ADVERTISEMENT

Menkominfo Tangkis Bjorka: Pencopotan Kewenangan Presiden

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 16 Sep 2022 15:32 WIB
Menkominfo Johnny G Plate
Menkominfo Johnny G Plate (Foto: Agus Tri Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate buka suara terkait serangan hacker Bjorka yang terbaru. Bjorka meracau Menkominfo akan dicopot oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Itu tidak perlu saya komentari karena kewenangan itu ada di presiden, bukan di saya, bukan di rakyat juga. Itu kewenangan presiden," ujar Johnny di rumah dinas Menkominfo, Widya Chandra, Jakarta, Jumat (16/9/2022).

Saat ditanya lebih lanjut, apakah informasi yang dihembuskanBjorka tersebut benar atau salah, Johnny menyebutkan bahwa itu tidak ada hubungannya.

"Itu nggak ada hubungan benar salah data, kalau kewenangan reshuffle kabine itu kewenangan presiden," ungkapnya.

Pada kesempatan ini pula, Johnny menegaskan pergantian menteri itu merupakan hak prerogatif presiden.

"Kalau semuanya minta presiden ambil keputusan, ya semuanya minta macam-macam. Tapi kewenangan itu ada di presiden dan pekerjaan menteri adalah melaksanakan visi dan misi itu dari awal bapak presiden sudah sampaikan," tutur dia.

Diberitakan sebelumnya, aksi hacker Bjorka semakin provokatif. Seperti dipantau dari forumbreached.to, Kamis (15/9) Bjorka melempar bola panas lagi. Dia bilang Presiden Jokowi akan mengganti Menkominfo Johnny G Plate.

Parahnya lagi, Bjorka mengklaim sudah punya orang dalam di Istana Kepresidenan. Sungguh sebuah tuduhan tanpa tedeng aling-aling, tentunya ini bisa saja cuma gertakan Bjorka.

"Saya dapat informasi dari seorang teman yang bekerja di Istana bahwa Presiden akan mengganti Menteri Kominfo, Johnny G Plate," kata Bjorka.

Jika itu terjadi, Bjorka akan memuji langkah presiden. Menurut dia menteri komunikasi dan informatika harus orang yang paham teknologi, bukan dari partai, politisi atau militer.

"Excellent, Mr President. Pastikan penggantinya orang yang paham teknologi, bukan idiot dari partai, politisi atau angkatan bersenjata. Karena semua itu akan sia-sia," pungkasnya.

Simak video 'Polri Tangkap Satu Orang dari Kelompok Bjorka!':

[Gambas:Video 20detik]



(fyk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT