BSSN Ungkap Tim Khusus untuk Tangkis Serangan Bjorka

ADVERTISEMENT

BSSN Ungkap Tim Khusus untuk Tangkis Serangan Bjorka

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 14 Sep 2022 12:10 WIB
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian
Ada Tim Khusus Tangkis Serangan Bjorka, BSSN: Kita Punya Tugas Itu, Tapi Ini Efisien. Foto: Agus Tri Haryanto/detikcom
Jakarta -

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkapkan peran tim respons darurat atau emergency response team. Menurutnya tim khusus itu gunanya untuk menanggapi serangan siber, salah satunya hacker Bjorka.

Sebagai informasi, tim khusus tersebut merupakan gabungan dari BSSN, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan Badan Intelijen Negara (BIN). Emergency response team ini dibentuk usai dilakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (12/9) kemarin.

"Ini kita menyambut baik ya. BSSN sebenarnya punya tugas itu juga selama ini yang disebut dengan national incident response team. Jadi, kita sangat senang, sangat menyambut sehingga kerjaan kita untuk national incident response team ini akan semakin tentunya efisien dan juga cepat," kata Kepala BSSN Hinsa Siburian di kantor BSSN, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa (13/9/2022).

Hinsa menilai dibentuknya emergency response team itu juga untuk meyakinkan bahwa sistem elektronik yang ada di masing-masing kementerian/lembaga itu berjalan dengan baik dan tidak mengalami gangguan.

"Serangan siber itu bisa mencuri data, bisa melumpuhkan sistem, jadi macam-macam," ungkapnya,

"Nanti tim ini melakukan pemeriksaan terhadap sistem elektronik yang ada di kementerian/lembaga. Kemudian kita lihat di mana celah atau kerentanannya, kita sampaikan "eh kamu ada rentan di sini, kamu perbaiki" "kamu kurang di sini, kamu tambah" kira-kira seperti itu," jelas Hinsa.

Selain itu, adapun tujuan utama dibentuknya emergency response team ini untuk melakukan langkah preventif apabila terjadi serangan siber.

"(Tim khusus) ini masih bagian dari preventif. Jika terjadi serangan, ya tim ini mampu mengatasi. Kita harapkan emergency response team lebih efektif dan efisien," imbuhnya.

Hinsa juga menuturkan masalah keamanan sistem elektronik di masing-masing kementerian/lembaga itu merupakan tanggungjawab bersama.

"Katakanlah di dunia nyata, ada polisi itu aturan sudah dan kita laksanakan, kesadaran ini juga kita bangun di ruang siber. Kita juga menyadari sepenuhnya di pemerintah tidak sepenuhnya tidak bagus, karena kita melakukan ITSA (Information Technology Security Assessment) yang kita bangun kesadaran di semua penyelenggara sistem elektronik itu untuk mau evaluasi dan meningkatkan keamanannya. Itu sebenarnya filosofinya," pungkas Hinsa.



Simak Video "Jawaban BSSN Terhadap Dugaan Insiden Kebocoran Data"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT