Apa yang Harus Dipahami dari Fenomena Hacker Bjorka?

ADVERTISEMENT

Apa yang Harus Dipahami dari Fenomena Hacker Bjorka?

Tim - detikInet
Senin, 12 Sep 2022 10:41 WIB
Buru Hacker DarkSide, AS Tawarkan Hadiah Setara Ratusan Miliar Rupiah Bagi Pemberi Informasi
Apa yang Harus Dipahami dari Fenomena Hacker Bjorka?. Foto: DW (SoftNews)
Jakarta -

Dalam beberapa hari belakang ini, hacker Bjorka mendadak jadi perbincangan publik Indonesia. Usai diduga membobol dan menjual data pribadi WNI, terakhir sampai doxing ke pejabat pemerintahan, salah satunya Menkominfo Johnny G. Plate.

Peretas yang menamakan dirinya Bjorka ini pertama kali muncul saat menjual data-data diklaim dari IndiHome di forum breached.to pada Agustus lalu. Namun, pihak Telkom membantah adanya kebocoran data tersebut.

Bjorka kembali muncul lagi dengan mengatakan punya 1,3 miliar data registrasi SIM card prabayar yang isinya berupa nomor telepon, operator seluler, NIK, nomor KK, hingga tanggal pendaftaran. Seolah-olah untuk meyakinkan, Bjorka membagikan data gratis sebagai bukti sebanyak dua juta pendaftar kartu SIM tersebut.

Dari hasil penelusuran awal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang dilakukan bersama dengan pihak terkait, seperti operator seluler dan Dukcapil pada (5/9) ada struktur data yang bocor, tetapi tidak sama persis setelah dicocokkan. Setidaknya, ada beberapa yang serupa, seperti nomor telepon dan Nomor Induk Kependudukan (NIK)

"Tapi yang struktur lainnya itu tidak sama, ini yang lagi kita perdalam. Ini di mana, ini datanya siapa dan di mana kebocorannya," kata Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan waktu itu.

Meski hacker Bjorka menyebutkan asal kebocoran registrasi SIM card ini bersumber dari Kominfo, pihak Kominfo membantah tudingan hacker tersebut. Adapun operator seluler melalui Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) telah melakukan investigasi, hasilnya telah diserahkan kepada Kominfo pada (8/9).

Aksi Bjorka terus berlanjut dengan menyebarkan dokumen rahasia Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang kemudian dibantah oleh pihak istana pada (11/9). Berawal dari jual beli data pribadi, Bjorka mendadak menjelma doxing data pribadi pejabat pemerintah, salah satunya Menkominfo Johnny G. Plate, mengungkap dalang pembunuh aktivis Munir, sampai senggol Dirjen Aptika Kementerian kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, Ketua DPR Puan Maharani, Menteri BUMN Erick Thohir, dan penggiat media sosial Denny Siregar.

Bahkan, secara terang-terangan Bjorka mengungkapkan motif ganggu Indonesia di akun Twitter @bjorknism yang pada akhirnya akun tersebut ditangguhkan kemarin (11/9).

Halaman berikutnya terkait apa yang harus dipahami dari fenomena hacker Bjorka?

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT