Samsung Akui Adanya Kebocoran Data Pengguna, Tapi...

ADVERTISEMENT

Samsung Akui Adanya Kebocoran Data Pengguna, Tapi...

Adi Fida Rahman - detikInet
Senin, 05 Sep 2022 19:06 WIB
A man walks behind a logo of Samsung Electronics at the companys headquarters in Seoul April 30, 2010.  REUTERS/Jo Yong-Hak/File Photo
Samsung konfirmasi adanya kebocoran data pengguna di AS. Foto: Reuters
Jakarta -

Samsung telah mengkonfirmasi adanya kebocoran data yang mempengaruhi informasi pribadi pengguna. Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini sudah mengirimkan email pemberitahuan kepada seluruh pelanggannya terkait masalah tersebut.

Dalam email pemberitahuan kepada pelanggan disampaikan bahwa pada bulan Juli ada pihak yang tidak berwenang memperoleh informasi dari sistem Samsung di AS. Pada 4 Agustus, mereka melakukan penyelidikan dan mendapati bahwa beberapa data pelanggan di Negeri Paman Sam telah terdampak.

Data pelanggan yang dicuri termasuk nama, kontak dan informasi demografis, tanggal lahir dan informasi pendaftaran produk. Samsung memastikan data nomor kartu kredit, debit hingga angka jaminan sosial pengguna aman tidak tersentuh hacker.

Hanya saja, Samsung tidak mengungkapkan berapa banyak pelanggan yang terpengaruh, tetapi mengatakan sedang dalam proses memberi tahu mereka yang terpengaruh.

"Informasi yang terpengaruh untuk setiap pelanggan yang relevan dapat bervariasi. Kami memberi tahu pelanggan untuk memberi tahu mereka tentang masalah ini," kata Samsung dalam emailnya.

Investigasi masih jauh dari kata selesai, dan Samsung bahkan menggandeng perusahaan keamanan siber terkemuka serta berkoordinasi dengan penegak hukum untuk menemukan orang atau kelompok yang bertanggung jawab atas pelanggaran data terbaru ini.

"Meskipun penyelidikan sedang berlangsung, kami ingin memberi tahu pelanggan kami untuk membuat mereka mengetahui masalah ini karena kami memahami betapa pentingnya privasi mereka," kata Juru bicara Samsung Chris Langlois seperti dikutip dari Techcrunch, Senin (5/9/2022).

Samsung turut memperingatkan pelanggan yang terkena dampak untuk waspada terhadap email phishing yang meminta informasi lebih pribadi kepada pengguna. Email ini dapat digunakan untuk mengelabui korban agar memuat malware di komputer mereka atau dieksploitasi untuk tujuan pencurian identitas.

Bagi pengguna yang tidak menerima email, Samsung menyarankan untuk meningkatkan keamanan perangkat dengan mengaktikan Two Factor Aunthetication (2fa).

Untuk diketahui ini adalah kedua kalinya Samsung mengkonfirmasi pelanggaran data tahun ini. Pada bulan Maret silam, perusahaan mengakui bahwa grup peretasan Lapsus$ - grup yang sama yang menyusup ke Nvidia , Microsoft, dan T-Mobile - memperoleh dan membocorkan hampir 200 gigabyte data rahasia, termasuk kode sumber untuk berbagai teknologi dan algoritme untuk operasi buka kunci biometrik.



Simak Video "Samsung Kecolongan, Data Pribadi Pengguna AS Bocor"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT