Kemenkes Uji Coba IHS, Trauma Kebocoran Data Pasien Jadi Atensi

ADVERTISEMENT

Kemenkes Uji Coba IHS, Trauma Kebocoran Data Pasien Jadi Atensi

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 06 Jul 2022 21:45 WIB
Ilustrasi perlindungan data digital
Uji Coba IHS, Kemenkes Pastikan Keamanan Data Pasien Foto: Shutterstock
Jakarta -

Kebocoran data kesehatan marak terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini. Kementerian Kesehatan yang sedang menguji coba platform Indonesia Health Service (IHS) pun berjaga-jaga agar kebocoran serupa tidak terjadi lagi di masa depan.

IHS sendiri merupakan program Kemenkes untuk mengintegrasikan data kesehatan secara nasional. Dengan platform ini, data kesehatan pasien bisa diakses oleh fasilitas kesehatan yang berbeda tanpa harus di-input berulang kali.

Wakil Kepala Kantor Transformasi Digital Kementerian Kesehatan Agus Rachmanto mengatakan keamanan data akan jadi prioritas Kemenkes mengingat sensitivitas data kesehatan yang dikumpulkan untuk IHS.

"BSSN akan membantu kita, termasuk juga untuk server yang kita tempatkan di Pusat Data Nasional. Jadi ini adalah kerja bareng Kementerian Kesehatan, BSSN, dan Kemenkominfo," kata Agus saat ditemui setelah acara Hospital Management Asia di Jakarta, Rabu (6/7/2022).

Data yang dikumpulkan untuk IHS tidak akan bisa diakses oleh publik secara sembarangan. Kemenkes akan menyediakan dashboard yang bersifat publik, tapi data yang disediakan bersifat generik.

Jika membutuhkan analisa dan data yang lebih detil untuk keperluan studi atau riset, maka pihak ketiga bisa mengajukan permintaan akses kepada Kemenkes. Untuk menjamin kerahasiaan dan privasi, data yang dibagikan dalam bentuk diagregasi dan anonim.

Saat ini Kemenkes sedang membuka dua fase pengujian IHS yaitu alpha testing dan beta testing. Alpha testing diikuti oleh rumah sakit yang berada di bawah Kementerian Kesehatan, sedangkan beta testing melibatkan dokter praktek pribadi, startup, dan lain-lain.

Melihat kasus kebocoran data kesehatan yang pernah terjadi, Agus memahami jika saat ini banyak masyarakat Indonesia yang jadi tidak percaya dengan pemerintah. Untuk itu tugas utama Kemenkes adalah membangun kembali kepercayaan masyarakat.

"Harapan kita, kita mendapatkan best practice terkait dengan menjaga security ini dan kita tidak ingin nanti masyarakat jadi tidak percaya karena ada kebocoran yang terjadi sebelumnya. Dan ini kita perlu membangun kepercayaan dari masyarakat," ucap Agus.

"Harapan kita ketika transformasi ini dijalankan dengan platform yang baru maka kejadian seperti yang kemarin seperti kebocoran di tempat-tempat yang lain yang kita tidak bisa kontrol itu kita bisa kontrol karena saat ini terpusat," pungkasnya.



Simak Video "5 Situs untuk Cek Kebocoran Data Pribadi di Internet "
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT