Elon Musk dan CEO Ryanair, Michael O'Leary, mendadak berseteru. Itu berawal setelah Michael menyatakan tidak akan memasang layanan internet Starlink di armadanya yang berjumlah lebih dari 600 pesawat.
Dua pemimpin perusahaan yang dikenal vokal ini bersitegang setelah O'Leary menepis gagasan untuk melengkapi pesawat maskapai berbiaya rendah tersebut dengan layanan Wi-Fi berkecepatan tinggi Starlink.
O'Leary menyinggung soal biaya bahan bakar yang mencapai USD 200 juta hingga USD 250 juta per tahun atau tambahan USD 1 per penumpang, akibat berat dan hambatan udara dari antena eksternal yang perlu dipasang pada badan pesawat. Menutunya penumpang takkan mau membayar Wi-Fi pada penerbangan jarak pendek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengetahuan Elon Musk tentang penerbangan dan hambatan udara itu nol. Terus terang, saya tidak akan mempedulikan apa pun yang ditaruh Elon Musk di 'kubangan limbah' miliknya yang disebut X. Dia itu idiot. Sangat kaya, tapi tetap saja idiot," sebutnya yang dikutip detikINET dari The National.
Musk pun menyerang balik melalui X, dengan menyebut O'Leary kurang informasi. "Saya ragu mereka bahkan bisa mengukur perbedaan penggunaan bahan bakar secara akurat, terutama untuk penerbangan satu jam, di mana penambahan hambatan udara pada dasarnya nol selama fase penanjakan," ujar orang terkaya dunia itu.
Bahkan bos SpaceX dan Tesla itu merespons kritik O'Leary dengan menyebutnya "benar-benar idiot" dan mendesak agar ia dipecat. Menanggapi komentar seorang pengguna X yang mendesaknya untuk membeli Ryanair dan memecat sendiri bos maskapai tersebut, Musk membalas: "Ide bagus."
Dalam unggahan terpisah di X, Musk berkelakar. "Haruskah saya membeli Ryanair dan menempatkan seseorang yang benar-benar bernama Ryan sebagai pemimpinnya?" tulisnya.
O'Leary sudah memimpin Ryanair selama lebih dari 30 tahun dan mengubahnya menjadi maskapai berbiaya hemat terbesar di Eropa, serta mendemokratisasi perjalanan udara regional.
Maskapai penerbangan kini menjadi pelanggan yang makin penting bagi Starlink, jaringan yang ditenagai ribuan satelit orbit Bumi rendah. Puluhan maskapai termasuk Emirates, flydubai, Qatar Airways, United Airlines, dan Lufthansa mulai menerapkan layanan Wi-Fi super cepat ini di armada mereka.
(fyk/fyk)