Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Gara-Gara Hacker, AS Tertimpa 'Skandal Nuklir'

Gara-Gara Hacker, AS Tertimpa 'Skandal Nuklir'


- detikInet

Jakarta - Penyusup berhasil mencuri ribuan data dari komputer Departemen Energi Amerika Serikat. Akibatnya, 'skandal nuklir' pun terjadi. Skandal yang dimaksud tidak melibatkan meledaknya bom nuklir, atau kebocoran bahan radioaktif berbahaya. Namun bukan berarti tidak serius. Skandal yang dimaksud adalah kasus pembobolan data besar-besaran yang terkesan ditutup-tutupi pada sebuah fasilitas nuklir Amerika Serikat (AS).Sebanyak 1.500 data karyawan kontrak di fasilitas nuklir AS di New Mexico berhasil dicuri oleh pihak tak dikenal. Meski terjadi pada September 2005, kasus itu baru terkuak pekan ini. Linton Brooks, Kepala lembaga bernama resmi National Nuclear Security Administration (NNSA) itu, mengatakan ada kesalahpahaman yang membuat pihaknya tidak menginformasikan kasus yang terjadi pada Menteri Energi Samuel Bodman atau Deputinya. Pernyataan itu sontak dicemooh oleh wakil rakyat dalam sebuah dengar pendapat. Akibat skandal tersebut, Brooks diminta untuk mundur dari posisinya. Demikian diberitakan Wired yang dikutip detikINET, Rabu (14/06/2006). Hingga saat ini pihak-pihak yang datanya dicuri belum diberitahu mengenai insiden tersebut. Menteri Energi, setelah mengetahui kabar ini, meminta agar mereka segera diinformasikan. Skandal ini terkuak saat sebuah tim khusus, bernama 'Tim Merah', ditugaskan untuk menyelidiki keamanan komputer di lembaga-lembaga di bawah Departemen Energi. Departemen Energi per tahunnya menghabiskan dana US$ 140 juta untuk keamanan komputer. (wsh) (wicak/)







Hide Ads