Cara Hapus Data Pribadi yang Muncul di Google Search

ADVERTISEMENT

Cara Hapus Data Pribadi yang Muncul di Google Search

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 09 Mei 2022 17:35 WIB
XIAN, CHINA - NOVEMBER 20: (CHINA OUT) An etiquette girl is reflected on a big screen at the Googles 2008 Xian winter marketing forum on November 20, 2008 in Xian of Shaanxi Province, China. Google has covered in China most of the commercial value of users, 88 percent of search products and user information in the use of Google. (Photo by China Photos/Getty Images)
Cara Hapus Data Pribadi yang Muncul di Google Search. Foto: GettyImages
Jakarta -

Tidak mudah untuk menghapus semua jejak pribadi di internet. Akan tetapi, Google mempermudah penghapusan dari pribadi yang didapatkan dari pencarian Google pada update terbaru.

Dalam posting blog baru, Google menjelaskan bahwa pengguna sekarang dapat meminta penghapusan nomor telepon, alamat email, dan alamat rumah fisik agar tidak muncul di hasil pencarian, sebagaimana melansir IFL Science.

"Privasi dan keamanan online berjalan beriringan. Dan saat Anda menggunakan internet, penting untuk memiliki kendali atas bagaimana informasi sensitif dan identitas pribadi Anda dapat ditemukan," tulis Michelle Chang, Global Policy Lead for Search Google.

"Akses terbuka ke informasi adalah tujuan utama Penelusuran, tetapi juga memberdayakan orang-orang dengan alat yang mereka butuhkan untuk melindungi diri mereka sendiri dan menjaga kerahasiaan informasi pribadi mereka yang sensitif. Itulah sebabnya kami memperbarui kebijakan kami untuk membantu orang-orang lebih mengontrol kehadiran online mereka di Penelusuran," tambah Chang.

Untuk mencegah informasi pribadi muncul di pencarian Google, pengguna hanya perlu mengajukan permintaan penghapusan. Permintaan tersebut akan ditinjau oleh penyelidik yang akan menilai apakah informasi tersebut untuk kepentingan publik. Setelahnya, Google akan mengirimkan email yang menjelaskan apakah permintaan tersebut telah ditolak atau diterima. Jika ditolak, pengguna bisa mengirim ulang permintaan bersama dengan materi tambahan.

Salah satu tujuan utama dari perubahan kebijakan adalah untuk melindungi orang dari doxxing, tindakan jahat mengungkapkan informasi pribadi tentang seseorang secara online, seperti nama asli mereka, alamat rumah, tempat kerja, nomor telepon, dan lainnya.

Bagaimanapun, permintaan penghapusan itu tidak akan menghapus informasi dari internet secara total. Itu berarti bahwa data tersebut hanya tidak akan muncul di pencarian Google.



Simak Video "Jadi Payung Hukum Perlindungan Data Pribadi Indonesia, Pemerintah Sahkan UU PDP"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT