Serangan DDoS Jadi Mengerikan Gegara Krisis Ukraina 

Serangan DDoS Jadi Mengerikan Gegara Krisis Ukraina 

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 03 Mei 2022 11:05 WIB
FORT LAUDERDALE, FL - MARCH 07:  Lt. Mike Baute from Floridas Child Predator CyberCrime Unit talks with people on instant messenger during the unveiling of a new CyberCrimes office March 7, 2008 in Fort Lauderdale, Florida. One of the people on the other side of the chat told Lt. Baute, who is saying he is a 14-year-old girl, that he is a 31-year-old male and sent him a photograph of himself. According to current statistics, more than 77 million children regularly use the Internet. The Federal Internet Crimes Against Children Task Force says Florida ranks fourth in the nation in volume of child pornography. Nationally, one in seven children between the ages of 10 and 17 have been solicited online by a sexual predator.  (Photo by Joe Raedle/Getty Images)
Ilustrasi hacker. Foto: Gettyimages
Jakarta -

Dibanding kuartal pertama 2021, jumlah serangan Distributed Denial of Service (DDoS) periode Januari-Maret 2022 naik 4,5 kali lipat dengan jumlah serangan yang cukup besar mungkin merupakan hasil aktivitas hacktivist.

Menurut laporan Kaspersky, serangan itu juga menunjukkan durasi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk sesi DDoS, terutama yang ditujukan pada sumber daya negara dan bank.

Serangan DDoS dirancang mengganggu jaringan yang digunakan bisnis dan organisasi dan mencegahnya berfungsi dengan baik. Jadi lebih berbahaya jika sistem yang dikompromikan berada di sektor pemerintahan atau keuangan, karena jika layanan ini tak tersedia, akan memiliki dampak terhadap populasi lebih luas.

Kuartal pertama 2022 menunjukkan peningkatan serangan mendadak pada akhir Februari sebagai akibat dari krisis di Ukraina.

Dibanding telemetri pada kuartal empat (Q4) 2021, yang telah dianggap sebagai jumlah serangan DDoS tertinggi sepanjang masa yang terdeteksi Kaspersky, Q1 2022 melihat jumlah total DDoS meningkat 46%, tumbuh 4,5 kali lipat dibanding periode yang sama tahun 2021.

Jumlah serangan canggih dan bertarget juga menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 81% dibandingkan rekor sebelumnya dari Q4 2021. Serangan tersebut tidak hanya dilakukan dalam skala besar tetapi juga inovatif.

Contohnya termasuk situs yang meniru permainan puzzle 2048 yang populer untuk membuat gamify serangan DDoS di situs web Rusia, dan panggilan pembentukan pasukan sukarelawan TI untuk memfasilitasi serangan siber.

Investigasi lebih lanjut Kaspersky mengungkapkan rata-rata sesi DDoS berlangsung 80 kali lebih lama dibandingkan pada Q1 2021. Serangan terlama terdeteksi pada 29 Maret dengan durasi 177 jam.

"Pada kuartal pertama 2022 kami menyaksikan jumlah serangan DDoS yang tinggi sepanjang masa. Tren kenaikan tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh situasi geopolitik. Hal tidak biasa adalah durasi serangan DDoS yang berlangsung lama, dan ini biasanya dilakukan untuk memperoleh keuntungan secara waktu nyata," kata Alexander Gutnikov, pakar keamanan di Kaspersky.

Halaman selanjutnya, tips agar terlindungi dari serangan DDoS>>>