Pasukan Hacker Ukraina Ingin Kirim Rusia ke Zaman Batu

Pasukan Hacker Ukraina Ingin Kirim Rusia ke Zaman Batu

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 24 Mar 2022 17:52 WIB
An illustration picture shows a projection of binary code on a man holding a laptop computer, in an office in Warsaw June 24, 2013. REUTERS/Kacper Pempel/Illustration/File Photo
Ilustrasi hacker. Foto: Reuters/Kacper Pempel
Jakarta -

Pertempuran antara Ukraina dan Rusia tidak hanya di dunia nyata, melainkan juga di dunia maya dalam bentuk serangan siber. Ukraina bahkan diklaim telah memiliki ratusan ribu hacker untuk menyerang Rusia.

Seperti dikutip detikINET dari CNBC, Kamis (24/3/2022) diklaim ada lebih dari 311 ribu orang bergabung dalam kelompok yang disebut sebagai IT Army of Ukraine. Mereka berkoordinasi melalui Telegram, antara lain mendiskusikan sasaran serangan di Ukraina.

Tidak semuanya adalah warga Ukraina, ada hacker asing juga. Salah satunya menyebut diri sebagai Dave. Ia mengatakan, kelompok itu telah menggelar cukup banyak serangan ke Rusia ketika sedang lowong alias tidak bekerja.

Targetnya seperti website pemerintahan, bank Rusia dan juga penukaran uang. "Saya membantu tentara dengan melancarkan serangan DDos," kata dia. Serangan semacam itu bertujuan untuk membanjiri trafik sebuah website hingga tumbang.

"Saya biasanya menjalankan serangan dari 3 sampai 5 server dan setiap server biasanya memproduksi sekitar 50 ribu request per detik," kata Dave. Serangan juga dilakukan dengan bantuan bot.

Ia menilai serangan dari banyak hacker ini cukup sukses karena dilakukan simultan oleh ratusan ribu orang. "Aksi yang banyak semacam ini tentu saja sukses," klaimnya.

Dave sendiri bersama beberapa rekannya bekerja secara remote untuk perusahaan teknologi di Amerika Serikat. Perusahaan itu membebaskan karyawannya untuk bekerja dengan fleksibel. Bahkan kerja dua jam juga dimaklumi.

"Sebagai pekerja TI, saya berharap bisa mengabdi untuk negara ini di garis depan digital, karena perang ini juga berlangsung di dunia maya. Saya juga menghubungi pihak luar agar berhenti berhubungan dengan Rusia," kata Oleksii, seorang karyawan perusahaan software.

Di pihak lain, Nikita selaku CEO sebuah perusahaan sekuriti, mengerahkan karyawannya untuk menyerang Rusia. Mereka mencari celah keamanan website di Rusia. Baru-baru ini, mereka berhasil meraup data 110 ribu kartu kredit dari Rusia.

"Kami ingin mengirim Rusia ke zaman batu dan kami cukup bagus dalam hal ini," kata Nikita. Ia menekankan tidak membenci semua orang Rusia karena beberapa dari warga di sana juga disebutnya membantu Ukraina.



Simak Video "Rusia Tegaskan Tak Akan Gunakan Nuklir untuk Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)