Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Virus & Malware
Worm Rontokbro Menjajah Sampai Asia
Virus & Malware

Worm Rontokbro Menjajah Sampai Asia


- detikInet

Jakarta - Kelompok worm Rontkbr.Gen masih meneruskan penyebarannya hingga ke kawasan Asia. Penyebarannya menyaru lewat e-mail kosong.Worm Rontkbr.Gen ada dalam keluarga yang sama dengan worm Rontokbro dan worm brontok. Banyak menginfeksi komputer di Indonesia sejak penghujung tahun 2005. Tahun ini, worm ini memperluas ekspansinya sampai ke wilayah Asia.Keluarga worm ini sebagian besar menyebar melalui e-mail yang tanpa memiliki subjek atau subjek kosong, dan menggunakan sebuah ikon Windows palsu untuk menjebak calon korbannya sehingga mengaktifkan malware. Jika ikon tadi diklik, folder 'My Documents' akan terbuka untuk menyembunyikan pengeksekusian malware.Peneliti Antivirus Senior dari Trend Micro, Jamz Yaneza menjelaskan bahwa kelompok worm ini termasuk yang cukup sulit diatasi."Mereka akan secara otomatis me-restart computer ketika file registry-nya terdeteksi, dapat melindungi perintah penghapusan secara manual dari aplikasi antivirus bahkan personal firewall," kata Yaneza seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima detikINET, Selasa (30/5/2006)."Worm-worm ini juga mencegah korban untuk mendapat bantuan dari situs antivirus dengan jalan mengalihkan mereka ke situs lain," imbuhnya.Keluarga worm ini menggunakan rekayasa sosial yang matang. Menggunakan bahasa Indonesia, e-mail spam yang dikirimkannya selalu mengangkat topik-topik yang sedang hangat di tanah air.Kalau sudah begitu, calon korban akan mudah tergoda untuk membuka file lampiran yang ada pada email spam tersebut, sehingga terjadilah penularan besar-besaran, terutama di Indonesai dan Malaysia. Trend Micro meminta para pengguna untuk berhati-hati terhadap email yang memiliki subjek kosong, dan tidak membuka lampiran e-mail tersebut. Berdasarkan World Virus Tracking Center dari Trend Micro, saat ini terdapat 26 varian Worm_Rontokbro, yang dihitung dari 15.886 kasus penularan yang ditemukan. Thailand, Cina, Taiwan dan Jepang adalah negara-negara yang termasuk dalam sepuluh besar kasus penularan, selain di Indonesia dan Malaysia yang dalam beberapa kasus penyebarannya berlangsung sangat cepat. (nks) (ketepi/)





Hide Ads