Hacker Curi Rp 8,9 Triliun dari Blockchain di Balik Axie Infinity

Hacker Curi Rp 8,9 Triliun dari Blockchain di Balik Axie Infinity

ADVERTISEMENT

Hacker Curi Rp 8,9 Triliun dari Blockchain di Balik Axie Infinity

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 30 Mar 2022 15:41 WIB
Axie Infinity
Foto: Dok. Sky Mavis
Jakarta -

Mata uang kripto senilai USD 625 juta atau Rp 8,9 triliun, dicuri dari Ronin, blockchain yang membawahi game kripto populer Axie Infinity.

Hal ini dikonfirmasi oleh Sky Mavis, pengelola Ronin dan Axie Infinity, yang kemudian langsung membekukan transaksi di Ronin bridge, yang sebelumnya berfungsi untuk menjembatani penyimpanan dan penarikan dana dari blockchain tersebut.

Sky Mavis mengaku sudah bekerja sama dengan pihak berwajib untuk mengembalikan 173.600 Ethereum (saat ini bernilai sekitar USD 600 juta) dan 25,5 juta USDC (mata uang kripto yang dicantelkan ke US dollar) yang dicuri oleh hacker pada 23 Maret lalu.

Serangan hacker itu berfokus pada jembatan ke blockchain Ronin, yang menjadi penengah antara Axie Infinity dan berbagai blockchain mata uang kripto lain seperti Ethereum. Pengguna bisa menyimpan Ethereum ataupun USDC ke Ronin, yang kemudian bisa dipakai untuk membeli barang NFT ataupun mata uang dalam game, dan juga sebaliknya.

Menurut Sky Mavis, hacker menggunakan private security key hasil curian untuk menyusup ke node jaringan dan memvalidasi transaksi dari dan ke blockchain Ronin. Dengan begitu si hacker bisa diam-diam menarik Ethereum dan USDC dalam jumlah besar.

Pencurian itu baru disadari hari ini, Rabu (30/3), tepat seminggu setelah terjadi. Yaitu setelah seorang pengguna mencoba menarik 5.000 Ethereum lewat jembatan tersebut, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Rabu (30/3/2022).

Namun Sky Mavis memastikan kalau token 'axie' yang dibutuhkan untuk mengakses Axie Infinity tidak ikut terdampak dari aksi peretasan ini. Begitu juga dengan mata uang dalam game tersebut, yaitu SLP dan AXS, yang dipakai untuk bertarung dan mengembangbiakkan karakter axolotls yang mirip Pokemon itu.

"Seperti yang kita lihat, Ronin tidak kebal terhadap eksploitasi dan serangan ini semakin memperlihatkan pentingnya memprioritaskan keamanan, tetap waspada, dan memitigasi semua ancaman," tulis Sky Mavis dalam pernyataannya.

"Kami tahu kepercayaan perlu diperoleh dan kami menggunakan semua sumber daya yang ada untuk membuat keamanan paling canggih dan mencegah terjadinya serangan semacam ini di masa depan," tambahnya.

*Anda kini bisa cek harga dan perbandingan smartphone terbaru di detikINET. Silakan klik DI SINI.



Simak Video "Mengenal Demit Token, Game Horor NFT Buatan Developer Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT