Lagi, Ada Perusahaan Spyware Israel Lain yang Bisa Bajak iPhone

Lagi, Ada Perusahaan Spyware Israel Lain yang Bisa Bajak iPhone

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sabtu, 05 Feb 2022 18:30 WIB
A demonstration of the newly released Apple products is seen following the product launch event at the Steve Jobs Theater in Cupertino, California, U.S. September 12, 2018. REUTERS/Stephen Lam
Lagi, Ada Perusahaan Spyware Israel Lain yang Bisa Bajak iPhone Foto: Stephen Lam/Reuters
Jakarta -

NSO Group, perusahaan spyware asal Israel diketahui berhasil membobol celah software di iPhone pada tahun 2021. Rupanya, ada perusahaan spyware lain yang bisa mengeksploitasi celah yang sama.

Perusahaan kedua tersebut adalah QuaDream, pesaing NSO Group yang juga sama-sama berasal dari Israel. Menurut laporan Reuters, QuaDream merupakan perusahaan mata-mata yang lebih kecil dan low profile, tapi memiliki kemampuan hacking yang sama seperti NSO Group.

Tidak mengherankan karena QuaDream didirikan oleh dua mantan karyawan NSO. Namanya memang belum dikenal seperti NSO, tapi QuaDream diketahui bisa mengeksploitasi celah keamanan yang sama di software Apple untuk membantu kliennya membobol iPhone.

QuaDream menjual exploit zero-click, bentuk serangan siber yang sangat halus karena bisa meretas ponsel tanpa harus mengandalkan link yang berbahaya. Menurut analisis pakar, NSO Group dan QuaDream menggunakan software exploit yang sama untuk membajak iPhone yaitu ForcedEntry.

Jika jualan utama NSO Group adalah spyware Pegasus, maka QuaDream memiliki produk bernama REIGN. Spyware ini memiliki kemampuan yang mengerikan seperti mengambil alih kontrol ponsel, mengambil pesan dari WhatsApp, Telegram, dan Signal, serta email, foto, SMS, dan kontak.

REIGN juga memiliki versi 'Premium Collection' yang kemampuannya termasuk merekam panggilan telepon secara real time, mengaktifkan kamera depan dan belakang, dan mengaktifkan mikrofon, seperti dikutip dari Gizmodo, Sabtu (5/2/2022).

Saat ini tidak banyak yang diketahui soal klien QuaDream. Spyware mereka banyak digunakan oleh pemerintah Arab Saudi, Meksiko, dan Singapura untuk memata-matai targetnya.

Dokumen yang dilihat Reuters juga mengungkap bahwa teknologi mata-mata QuaDream pernah ditawarkan kepada pemerintah Indonesia. Tapi tidak diketahui apakah Indonesia merupakan salah satu kliennya.

Israel memang dikenal sebagai salah satu pusat industri spyware dan mata-mata. Belum lama ini empat perusahaan mata-mata asal Israel, termasuk CobWebs Technologies, Bluehawk CI, Cognyte, dan Black Cube ditendang dari platform Facebook setelah ketahuan memata-matai puluhan pengguna.

Apple sendiri tahun lalu menggugat NSO Group yang dianggap melanggar persyaratan dan perjanjian layanan pengguna Apple dengan melakukan percobaan hacking. Kasus hukum antara keduanya masih berada di tahap awal.



Simak Video "Apple Bakal Produksi 220 Juta Unit iPhone di 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/rns)