Ukraina Dibombardir Serangan Siber

Ukraina Dibombardir Serangan Siber

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 18 Jan 2022 08:47 WIB
Buru Hacker DarkSide, AS Tawarkan Hadiah Setara Ratusan Miliar Rupiah Bagi Pemberi Informasi
Foto: DW (SoftNews)
Jakarta -

Otoritas keamanan Ukraina menyebut ada 70 situs pemerintahan yang terkena serangan siber. Mereka menduga serangan ini dilancarkan geng hacker yang terkoneksi dengan Dinas Rahasia Rusia.

Serangan siber masif ini membuat sejumlah situs pemerintahan Ukraina tak bisa diakses, termasuk situs Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Edukasi dan Sains mereka.

Dalam pernyataan resminya, otoritas keamanan Ukraina menyebut ada 10 situs pemerintah yang diakses secara ilegal. Menurut Ukrinform, ada beberapa situs pemerintahan yang terkena deface, alias tampilannya diubah.

Namun otoritas keamanan Ukraina mengklaim kalau tak ada data pribadi yang dicuri dalam insiden tersebut, meski si hacker mengklaim kalau mereka sukses mencuri data-data dalam peretasan tersebut.

Dalam kesempatan lain, Microsoft menyebut mereka menemukan ada lusinan jaringan komputer milik pemerintah Ukraina yang terinfeksi malware berbahaya, yang menyamar sebagai ransomware.

Malware tersebut mengincar berbagai organisasi di Ukraina, termasuk badan pemerintahan yang berfungsi dalam keadaan darurat. Menurut Microsoft, dengan malware ini si hacker sewaktu-waktu bisa membuat komputer korbannya tak bisa beroperasi.

"Tim investigasi kami mengidentifikasi lusinan sistem yang terinfeksi dan jumlah itu bisa terus bertambah karena investigasi kami masih berlanjut," tulis Microsoft dalam postingan blognya.

"Sistem yang terinfeksi ini tersebar di berbagai badan pemerintahan, lembaga non profit, dan juga organisasi teknologi informasi, semua berbasis di Ukraina," tambah Microsoft.

Aktivitas malware ini menurut Microsoft beraksi bersamaan dengan serangan siber masif yang membombardir Ukraina pada beberapa hari lalu. Berbagai situs pemerintah Ukraina yang di-deface itu berisi pesan yang kurang lebih artinya adalah "Takutlah dan bersiap untuk yang terburuk".

Tensi tinggi saat ini memang terjadi antara Rusia dan Ukraina, setelah pemerintah Rusia mengerahkan sekitar 100 ribu pasukan untuk bersiap di perbatasan Rusia dan Ukraina, demikian dikutip detikINET dari Cnet.



Simak Video "Desa di Ukraina Ini Selamat dari Serangan Rusia Gegara Banjir"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/afr)