Macintosh Jadi Target Virus
- detikInet
San Francisco -
Serangan virus di PC (sebutan untuk komputer bersistem operasi Windows-red) sudah jadi hal biasa. Tapi di Macintosh, serangan virus adalah hal baru sekaligus mengagetkan. Benjamin Daines, seorang insinyur kimia asal Inggris, adalah pengguna Mac yang mengira bahwa komputer Mac terlalu tangguh untuk disusupi virus. Namun apa yang dialaminya berkata lain.Associated Press, yang dilansir detikINET, Senin (1/5/2006) memaparkan apa yang dialami Daines. Saat itu, pria 29 tahun itu sedang asik browsing, dan mengklik beberapa link yang menjanjikannya update terbaru sistem operasi yang belum dipublikasikan. Begitu window terbuka, munculah perintah-perintah aneh, yang menjadikan komputernya seolah-olah dikendalikan oleh orang atau benda lain.Daines jadi korban virus! Suatu hal yang sulit dipercayainya, karena sebagai pengguna komputer besutan Apple Computer Inc., dia berpikir bahwa komputernya kebal dari serangan virus.Virus yang menginfeksi melalui link tersebut, disebut para pakar keamanan sebagai virus pertama di Mac OS X. Tidak disebutkan apa nama virus tersebut.OS X, sistem operasi yang digunakan Daines, melengkapi setiap komputer Mac yang dipasarkan sejak 2001. Selama ini, sistem operasi tersebut selalu lolos dari serangan berbagai virus."Kejadian ini membuktikan bahwa apapun jenis komputernya, selalu ada ancaman serangan yang setingkat," ujar Daines.Ketenaran Apple, pangsa pasarnya yang terus tumbuh dan pemakaian mikroprosesor yang sama seperti yang dipakai Windows, menjadikan Mac makin potensial jadi target virus.Peringatan DiniSebenarnya Apple sudah mendapat peringatan dini. Seorang peneliti asal Southern California, Tom Ferris melaporkan adanya tujuh celah di OS X. Menurut Ferris, situs-situs 'jahat' bisa mengeksploitasi celah-celah tersebut, tanpa sepengetahuan pengguna komputer. Hal ini memberi peluang bagi penjahat cyber untuk menjalankan program pengganggu secara remote, dan memperoleh akses ke password dan berbagai informasi rahasia.Ferris mengatakan telah memberitahukan pihak Apple mengenai celah tersebut, pada Januari dan Februari. Tapi, sampai sekarang perusahaan belum mengeluarkan program perbaikan (patch) untuk mengatasinya."Mereka tidak tahu bagaimana mengatasi masalah keamanan, dan menurut saya Apple ada dalam situasi yang sama sekarang," kata Ferris yang juga pengguna Apple.Natalie Kerris, juru bicara Apple, mengatakan akan mengeluarkan patch pada update otomatis Mac OS X berikutnya. Menurutnya, belum ada laporan mengenai eksploitasi celah tersebut, sejak Ferris melaporkannya. Kerris menyatakan tidak sependapat bahwa celah-celah tersebut bisa dimanfaatkan untuk menjalankan program pengganggu.Bug dalam VirusKembali ke kasus infeksi virus yang dialami Daines. Ternyata ada bug di virus tersebut yang menghalanginya untuk melakukan pengrusakan lebih jauh. Meski begitu, virus tersebut tetap berhasil menghapus file-file sistem operasi dan menambahkan file baru. Selain itu, virus ini juga melumpuhkan sejumlah aplikasi, termasuk program untuk merekam audio.Virus ini juga dirancang untuk membajak program instant messaging yang dijalankannya, sehingga virus tersebut tersebar ke 10 orang yang ada di daftar teman (buddy list).Pemakaian prosesor yang sama seperti yang dipakai komputer-komputer berbasis Windows, jadi memudahkan orang memahami cara mengeksploitasi kelemahan pada komputer Apple, dibanding sebelumnya saat Apple menggunakan chip PowerPC buatan IBM Corp. dan Freescale Semiconductor Inc. (unit bisnis lepasan Motorola Corp.)"Apple mengeliminir perbedaan genetiknya," kata konsultan keamanan independen, Rodney Thayer. "Kita khawatir hal itu mengundang berbagai serangan," ujarnya.Namun, hal itu dibantah Tribble, senior vice president of software technology Apple. "Semua yang kita lakukan untuk mengamankan OS X, tetap berlaku ketika kita memakai Intel," ungkapnya. (nks)
(ketepi/)