Jangan Lagi Pakai Password Ini, Pokoknya Jangan!

Jangan Lagi Pakai Password Ini, Pokoknya Jangan!

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 18 Nov 2021 18:34 WIB
A magnifying glass is held in front of a computer screen in this file picture illustration taken in Berlin May 21, 2013. Hackers broke into U.S. government computers, possibly compromising the personal data of 4 million current and former federal employees, and investigators were probing whether the culprits were based in China, U.S. officials said on June 4, 2015. REUTERS/Pawel Kopczynski/Files
Ilustrasi password. Foto: Pawel Kopczynski/REUTERS
Jakarta -

Password yang digunakan di internet haruslah kuat dan unik, agar tidak mudah ditembus oleh para penjahat cyber. Akan tetapi ternyata, sampai saat ini masih banyak pengguna memakai password klasik yang mudah ditembus. Harapannya, jangan lagi password semacam itu dipakai.

Laporan baru dari Nordpass mengungkap 200 password yang paling jamak digunakan netizen pada tahun 2021 ini di 50 negara yang diteliti. Untuk kedua kali berturut-turut, password 123456 masih menjadi yang paling populer. Padahal, hacker hanya butuh kurang dari satu detik untuk menjebolnya.

Bahkan seperti dikutip detikINET dari Tech Radar, 123456 merupakan password paling banyak dipakai di 43 negara dari total 50 negara itu. Diikuti kemudian di posisi kedua dan ketiga adalah turunannya, yaitu 123456789 dan 12345.

Posisi keempat dan kelima juga password yang lemah, yakni qwerty dan password. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi CEO NordPass, Jonas Karklys.

"Sayangnya, password menjadi semakin lemah dan orang-orang tetap masih tidak menjaga untuk membuat password yang baik," kata dia.

"Penting untuk memahami bahwa password merupakan jembatan ke kehidupan digital kita dan karena kita semakin banyak menghabiskan waktu di dunia online, menjadi sangat penting juga untuk lebih memperhatikannya demi keamanan cyber," demikian sarannya.

Jake Moore selaku pakar sekuriti cyber dari Eset menyatakan banyaknya penggunaan password sederhana menunjukkan bahwa masih banyak netizen belum memahami akan risiko yang ditimbulkan.

"Dengan tidak menggunakan password yang unik, maka akun Anda lemah dan bisa saja sangat mudah dibobol. Software untuk hacking sangat mudah diakses di internet dan bahkan ada yang gratis untuk membobol password semacam itu hanya dalam hitungan detik," katanya.



Simak Video "Sosok Hacker China 'Mustang Panda' yang Diduga Serang RI Pakai Thanos"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)