Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Virus Lintas Platform
Torvalds Perbaiki Bug di Linux Kernel
Virus Lintas Platform

Torvalds Perbaiki Bug di Linux Kernel


- detikInet

Jakarta - Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah proof of concept virus ditemukan telah menginfeksi dua sistem operasi sekaligus. Dibuat dengan bahasa assembly, virus lintas platform ini menjangkiti PC (personal computer) berbasis Windows dan Linux.Dijuluki Virus.Linux.Bi./Virus.Win32.Bi., virus ini pertama kali ditemukan oleh vendor keamanan Kaspersky Lab kurang lebih dua minggu lalu, tepatnya 7 April 2006.Uji coba bug sudah dilakukan di sistem operasi Linux. Terbukti virus ini memang bisa 'bekerja' di Linux. Namun, virus ini disinyalir tidak bisa memperbanyak diri di kernel Linux versi terbaru karena adanya bug terkait bagaimana GCC (GNU Compiler Collection) menangani specific registers pada particular system call.Menanggapi hal ini, pencipta Linux -- Linus Torvalds -- dengan sigap menambal kernel sistem operasinya. Beberapa developer open source juga sudah melakukan beberapa investigasi dan mencari tau penyebabnya.Bug tersebut, menurut Torvalds, konon menginfeksi versi Linux yang di-compile dengan kernel tertentu, yang dikenal dengan REGPARM. Torvalds kini sudah menambal masalah itu. Namun, masih menurut Torvalds, patch ini baru bisa dijumpai hingga kernel versi 2.6.17 dirilis.Bug 'Benign'Patch itu dihadirkan untuk memperbaiki apa yang disebut Torvalds dengan bug "benign". Menurut Torvalds, Virus.Linux.Bi bukanlah sebuah virus. "Ini hanya sebuah program saja. Tidak ada yang salah dengan itu," ujarnya, seperti dilansir detikINET dari pcworld, Kamis (20/4/2006).Tapi walau hanya sebuah proof of concept, menurutnya kode itu bisa saja jatuh ke tangan hacker jahat. "Tidak sulit bagi mereka (hacker jahat-red) untuk meng-compile bug itu," imbuh Torvalds.Sementara itu, hingga kini, Kaspersky belum menemukan adanya hacker yang mengadopsi kode proof of concept itu untuk disalahgunakan, meskipun peluangnya cukup besar."Akan selalu ada black-hatters di luar sana yang mencoba memakai kode itu untuk menciptakan sesuatu yang baru," papar Shane Coursen, Senior Konsultan Teknik Kaspersky."Kemungkinan, akan ada virus lain memakai metode yang sama untuk menginfeksi sistem lintas platform," tandas Coursen lagi. (dwn) (rouzni/)







Hide Ads
LIVE