Sistem Keamanan Dana Dijajal Lewat YesWeHack

Sistem Keamanan Dana Dijajal Lewat YesWeHack

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 25 Okt 2021 20:45 WIB
Fitur Face Login DANA
Foto: DANA
Jakarta -

Dana, perusahaan fintech Indonesia, menggelar public bug bounty untuk mencari celah keamanan di platformnya dengan menggandeng YesWeHack.

Mereka mengundang lebih dari 30 ribu pakar keamanan global lewat platform YesWeHack untuk menjajal sistem keamanan ewallet-nya. Langkah ini diharapkan bisa memberikan transparansi dan keamanan yang lebih baik kepada para pengguna.

"Jutaan orang Indonesia mempercayakan informasi pribadi dan keuangan mereka kepada Dana, dan kami menerima tanggung jawab ini dengan sangat serius. Kami telah mengundang ribuan pakar keamanan dari seluruh dunia untuk menemukan kerentanan di dalam aplikasi e-wallet Dana," jelas Andri Purnomo, VP Information Security Dana, dalam keterangan yang diterima detikINET, Senin (25/10/2021).

"Program public bug bounty bersama YesWeHack ini akan dijalankan secara berkelanjutan dan setiap update terbaru akan diperiksa terlebih dahulu. Hal ini demi melindungi data pengguna kami dan mencegah terjadinya insiden keamanan," tambahnya.

Sebelum menggandeng YesWeHack, Dana pun sebelumnya sudah pernah mengadakan program bounty serupa, namun dengan cakupan yang lebih kecil. Yaitu mengundang sejumlah pakar keamanan terpilih untuk menjajal dan menginvestigasi sistem ewallet mereka, dan kini cakupannya diperluas lewat YesWeHack.

Langkah ini dirasa perlu untuk diambil karena pengguna ewallet mereka melesat dari 40 juta sebelum pandemi menjadi kini lebih dari 85 juta, tepatnya pada akhir September 2021.

Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Visa bertajuk "Powering the Acceleration of Digital-First Experiences" mendapati bahwa 78% orang Indonesia lebih memilih ewallet sebagai platform pembayaran mereka karena kecepatan transaksi dan kenyamanannya.

Laporan Bank Indonesia menyebutkan bahwa jumlah transaksi digital di Indonesia telah mencapai US$9,2 miliar selama semester pertama 2021, atau naik 41% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Berbagai perusahaan dan konsumen di seluruh Asia Tenggara, terutama di Indonesia, telah melakukan lompatan beberapa generasi dengan mengadopsi e-wallet sebagai channel pembayaran pilihan mereka. Namun, digitalisasi yang cepat ini seharusnya tidak mengorbankan faktor keamanan," kata Kevin Gallerin, Managing Director, APAC di YesWeHack.

"Program public bug bounty dari Dana akan sangat membantu dalam membangun kepercayaan dan mengamankan e-wallet jutaan masyarakat Indonesia," tutupnya.



Simak Video "Kejari Tanjung Jabung Timur Geledah Kantor KPU Jambi"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)