Pecah Rekor, Ini Serangan DDoS Terbesar yang Pernah Tercatat

Pecah Rekor, Ini Serangan DDoS Terbesar yang Pernah Tercatat

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 13 Okt 2021 21:12 WIB
ViBiCloud, perusahaan penyedia jasa layanan Teknologi Informasi memperkenalkan layanan atas solusi Azure Stack yang dijalankan di atas platform Microsoft Hybrid Cloud.
Ilustrasi Microsoft (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Microsoft mengklaim sukses mengatasi serangan distributed denial of service (DDoS) terbesar pada Agustus lalu. Tercatat volume serangannya mencapai 2,4 Tbps.

Ini adalah serangan DDoS terbesar yang pernah tercatat. Targetnya adalah konsumen Azure di Eropa dan volumenya 140% lebih tinggi dibanding serangan DDoS terbesar yang sebelumnya pernah dihadapi Microsoft.

Bahkan lebih besar dibanding serangan DDoS terhadap Amazon Web Services pada 2020 lalu yang volume serangannya mencapai 2,3 Tbps pada puncaknya, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Rabu (13/10/2021).

Menurut Microsoft, serangan ini berlangsung selama 10 menit dengan puncak serangan yang berlangsung singkat, yaitu dengan volume 2,4 Tbps, 0,55 Tbps, dan 1,7 Tbps.

Serangan DDoS biasanya dipakai untuk memaksa sebuah situs atau layanan menjadi offline. Yaitu lewat lalu lintas data yang sangat tinggi sampai servernya tidak bisa menampung.

Trafik yang tinggi itu biasanya dihasilkan lewat botnet, sebuah jaringan yang berisi perangkat-perangkat yang terinfeksi malware sehingga bisa dijadikan 'pasukan' untuk serangan DDoS.

"Trafik serangan berasal dari sekira 70 ribu sumber dari berbagai negara di Asia Pasifik, seperti Malaysia, Taiwan, Jepang, dan China, juga Amerika Serikat," ujar Amir Dahan, Senior Program Manager untuk tim networking Microsoft Azure.

Serangan DDoS terhadap Azure sendiri meningkat selama 2021, di mana serangan yang 'normal' lazimnya cuma punya volume 625 Mbps, sampai akhirnya mencapai 2,4 Tbps pada minggu terakhir Agustus.

Microsoft tentu tak menyebut nama konsumen Azure yang menjadi korban DDoS ini. Namun terkadang DDoS hanya dipakai untuk menyembunyikan serangan lain yang bertujuan untuk menyusupkan malware ke sistem perusahaan.

Sebelum ini, Amazon Web Services adalah pemegang rekor DDoS, saat mereka sanggup mengatasi serangan DDoS dengan volume 2,3 Tbps, yang sangat tinggi dibanding serangan DDoS terbesar sebelumnya, yaitu 1,7 Tbps.



Simak Video "11 Fitur Baru Windows 11 yang Dirilis Besok"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)