Setiap Harinya
400 Nomor Kartu Kredit Dijual di Internet
- detikInet
London -
Ribuan detil kartu kredit milik orang-orang Britania dijual di internet. Detil informasi tersebut dijual oleh para hacker jahat, tentu saja dengan niat melakukan penipuan identitas.Sedikitnya ada 400 nomor kartu kredit yang dijual per harinya. Hacker juga menjual informasi pribadi lainnya seperti tanggal lahir. Demikian dilaporkan koran nasional yang terbit harian di Inggris, The Times dan dikutip detikINET dari AFP, Senin (17/4/2006).Aktifitas dagang ini tidak dilakukan melalui situs lelang, tapi lewat chatroom internet. Untuk setiap nomor kartu kredit, hacker membandrolnya dengan harga US$ 1. Sedangkan kartu berkode tiga digit dibandrol US$ 5 (US$ 1 = Rp 8.990 Sumber: detikcom).Hacker tidak hanya membidik konsumen yang membeli barang-barang secara online. Ini bukti bahwa perusahaan berbasis internet bukanlah satu-satunya sasaran hacker untuk mencuri informasi pribadi pelanggan.Gerombolan pencuri online itu, menurut The Times, kemungkinan beroperasi di luar Eropa Timur dan Asia Tenggara.Card Cops, perusahaan asal Amerika Serikat yang biasa mengamati perdagangan detil informasi curian di Internet Relay Chatrooms (IRC), mengatakan diperkirakan ada sebanyak 300 hingga 400 data pelanggan Inggris yang diperdagangkan setiap harinya."Kami mengamati ratusan rooms tapi kami tidak mengawasi semua operator. Pelakunya biasa pergi dari satu forum ke forum lainnya. Masalah pencurian seperti ini tampaknya makin meningkat," ujar Kepala Card Cops, Dan Clements kepada The Times.Sementara itu, Menteri Perdagangan Inggris Alun Michael, mengatakan masalah tersebut sangat meresahkan masyarakatnya dan pemerintah berjanji untuk menanganinya dengan serius. Di sisi lain, Serious Organised Crime Agency yang baru-baru dibentuk Britania juga siap memberantas kejahatan komputer seperti itu. (dwn)
(rouzni/)