Tanggapan BRI Life Soal Data 2 Juta Pengguna Diduga Bocor

Tanggapan BRI Life Soal Data 2 Juta Pengguna Diduga Bocor

Tim - detikInet
Selasa, 27 Jul 2021 18:16 WIB
Spyware
Ilustrasi hacker. Foto: dok ITPro
Jakarta -

Data 2 juta pengguna BRI Life, perusahaan asuransi milik BRI, disebut bocor dan diperjualbelikan di internet oleh hacker yang belum teridentifikasi. Pihak BRI Life pun mengaku sedang menginvestigasi kasus ini.

Kepada Reuters, perusahaan keamanan cyber Hudson Rock menyatakan bahwa mereka menemukan bukti beberapa komputer milik karyawan BRI Life telah menjadi sarana hacker dalam melakukan aksi penggondolan data ini.

"Kami sedang memeriksa dengan tim dan akan menyediakan update segera pada saat investigasi sudah selesai," kata CEO BRI Life, Iwan Pasila seperti dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (27/7/2021).

Dalam postingan di website RaidForums, seorang user anonim mengatakan bahwa mereka menjual koleksi 460 ribu dokumen dari dua juta pengguna atau klien BRI Life dengan banderol USD 7.000 atau sekitar Rp 101 juta.

Data yang diangkut disebutkan termasuk kartu identifikasi, foto buku rekening, akte kelahiran, data terkait kesehatan dan lain sebagainya. Ditampilkan pula beberapa contoh dokumen yang bocor seperti KTP dan dokumen pemeriksaan kesehatan.

Belum dapat dipastikan kebenaran dari kebobolan data BRI Life ini. Jika benar, kasus semacam ini bukan yang pertama kali terjadi di Indonesia di mana data sensitif suatu perusahaan diangkut oleh hacker.

"Kebocoran besar, pelaku menjual data sensitif dari BRI Life, perusahaan asuransi Bank Rakyat Indonesia. Dalam video, mereka mendemonstrasikan data besar yang mampu mereka dapatkan," sebut akun Twitter @UnderTheBreach.



Simak Video "2 Juta Data Nasabah BRI Life Diduga Bocor, Kominfo Gelar Investigasi"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)