Bos WhatsApp Cemaskan Ancaman Software Asal Israel

Bos WhatsApp Cemaskan Ancaman Software Asal Israel

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 27 Jul 2021 14:47 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Aplikasi WhatsApp. Foto: dok. Rawpixel
Jakarta -

Software mata-mata Pegasus buatan perusahaan asal Israel, NSO Group, memang canggih. Sampai-sampai Head of WhatsApp, Will Cathcart, memperingatkan agar ancaman Pegasus ditanggapi dengan serius.

Pegasus yang berharga mahal, dibeli oleh kalangan berduit dan para pemerintah beberapa negara untuk mengintai sosok incaran seperti aktivis. Menurut Will, ponsel para pejabat senor pemerintah dan para sekutu AS menjadi sasarannya.

Pegasus dapat menyusup ke ponsel tanpa perlu pengguna bertindak apapun seperti menekan link tertentu. Pada tahun 2019, celah keamanan di WhatsApp pernah menjadi sasaran Pegasus di mana 1.400 pengguna WhatsApp jadi sasaran sebelum celah itu ditambal.

Minggu silam, investigasi 17 media dan Amnesty International menyebut ponsel jurnalis, politisi dan aktivis HAM telah terinfeksi oleh Pegasus. Will menyebut serangan itu mirip dengan yang menimpa WhatsApp dua tahun silam. WhatsApp sendiri telah menggugat NSO Group terkait serangan itu.

"Laporannya cocok dengan apa yang kami saksikan dalam serangan yang kami kalahkan dua tahun silam, hal ini sangat konsisten dengan apa yang kami suarakan dengan lantang kemudian," kata Will dalam wawancara dengan Guardian yang dikutip detikINET, Selasa (27/7/2021).

"Hal ini seharusnya menjadi sebuah peringatan untuk keamanan internet. Ponsel itu bisa aman untuk setiap orang atau tidak aman untuk setiap orang," katanya.

Sekitar 50 ribu nomor ponsel diduga berada dalam daftar orang yang diincar oleh pembeli Pegasus. NSO Group sendiri menyatakan angka tersebut terlalu tinggi dan bahwa spyware Pegasus sering banyak diasumsikan tidak benar.

Namun intinya menurut Will, serangan Pegasus makin lama makin banyak sasarannya. "Dalam periode beberapa tahun, angka orang yang diserang sangat tinggi. Itulah mengapa saya merasa sangat penting untuk menyuarakan kewaspadaan soal ini," sebut Will.

Bos WhatsApp ini juga ingin vendor seperti Apple tidak meremehkan masalah, misalnya dengan mengatakan hanya sedikit pengguna yang terkena oleh Pegasus. Sebab jika ada satu saja iPhone atau ponsel yang tidak bisa menangkal serangan Pegasus, maka ponsel yang lain pun tidak aman.



Simak Video "WhatsApp Kembangkan Fitur Baru: Kirim Foto Jadi Stiker"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)