Awas, Banyak Aplikasi 'Cryptomining' Tipuan

Awas, Banyak Aplikasi 'Cryptomining' Tipuan

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 09 Jul 2021 17:35 WIB
Employees work on bitcoin mining computers at Bitminer Factory in Florence, Italy, April 6, 2018. Picture taken April 6, 2018. REUTERS/Alessandro Bianchi
Tambang mata uang kripto. Foto: Reuters
Jakarta -

Popularitas mata uang kripto yang belakangan meningkat menjadi lahan untuk digarap para penipu. Salah satunya dalam bentuk aplikasi Android.

Perusahaan keamanan Lookout menemukan adanya lebih dari 170 aplikasi Android yang menjadikan peminat mata uang kripto sebagai korban. Kebanyakan dari aplikasi tersebut menawarkan layanan penambangan mata uang kripto lewat cloud.

Modusnya adalah korban akan diminta membayar uang sewa untuk penggunaan server pelaku yang dijanjikan dipakai menambang kripto. Namun menurut Lookout dalam investigasinya, tak ada mata uang kripto yang dihasilkan dari 'penambangan' tersebut.

"Berdasarkan analisis kami, mereka menipu lebih dari 93 ribu korban dan mencuri setidaknya USD 350 ribu dari pengguna yang membayar untuk aplikasi tersebut dan membeli upgrade dan layanan tambahan yang ternyata palsu," tulis Lookout dalam laporannya.

25 dari 170 aplikasi tersebut pun tersedia di Google Play Store dan dijual dengan harga mulai dari USD 11 sampai USD 21. Menanggapi laporan Lookout, Google pun menghapus 25 aplikasi tersebut dari Play Store, namun sisanya masih beredar di app store pihak ketiga.

Menurut Lookout, Google tak berdaya menghadapi aplikasi semacam ini karena tak mengandung kode-kode layaknya sebuah malware. Bahkan Google bisa dibilang tak melakukan apa-apa terkait kehadiran aplikasi penipu semacam ini.

"Faktanya, mereka tidak melakukan apa pun. Aplikasi ini hanyalah cangkang untuk mengumpulkan uang dari layanan yang tidak ada," tulis Lookout.

Deretan aplikasi ini menawarkan dashboard virtual yang seolah-olah membuat korbannya bisa memantau tingkat kecepatan penambangan kripto. Lalu dalam dashboard tersebut korban juga bisa melihat berapa banyak koin virtual yang dihasilkan dari layanan yang mereka sewa itu.

Namun dalam investigasi Lookout terhadap deretan kode yang yang berjalan di dalam aplikasi serta lalu lintas data jaringan, jumlah koin yang berhasil ditambang itu ternyata palsu.

"Nilai yang ditampilkan pada dasarnya hanya sebuah counter (penghitung) yang berjalan dengan lambat dalam aplikasi. Dalam analisis terhadap beberapa aplikasi, kami menemukan hal ini hanya terjadi ketika aplikasi dijalankan, dan akan mengulang ke nol saat ponsel ataupun aplikasinya direstart," tambah mereka.

Lalu agar korban tak menyadari bahwa mereka sedang ditipu, banyak dari aplikasi tersebut melarang korban untuk buru-buru menarik penghasilannya. Mereka baru bisa menarik koin yang ditambang itu saat sudah mencapai batas minimal yang sudah ditentukan.

Namun saat batas minimal itu sudah dicapai, hasil penambangan itu pun tetap tak bisa diambil, karena aplikasi akan me-reset penghitungan koin ataupun menampilkan pesan error saat korban mencoba menarik uangnya, demikian dikutip detikINET dari PCmag, Jumat (9/7/2021).



Simak Video "Mengulik Aset Kripto Bitcoin, Gampang Cair Lewat Sistem Faucet"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/afr)